Ayo Tanggulangi Masalah Lingkungan!

malingSemakin majunya zaman, maka akan semakin banyak permasalahan yang timbul di masyarakat. Termasuk masalah yang satu ini, sampah. Sebenarnya sampah bukan masalah baru yang sedang kita hadapi. Sampah adalah salah satu masalah yang tak kunjung teratasi sejak dulu. Bukan hanya di Indonesia, tapi sampah juga merajalela di negara-negara lain. Pada dasarnya manusia memang tidak pernah lepas dari kegiatan yang berujung menghasilkan sampah.

Penumpukan sampah tentu membawa dampak buruk bagi masyarakat, terutama di bidang kesehatan. Salah satu masalah yang timbul adalah pencemaran lingkungan. Akhir-akhir ini sering diberitakan bahwa pada tahun 2015, beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami krisis air bersih. Mungkin sebagian dari kita berpikir bahwa krisis air bersih ini disebabkan oleh gundulnya hutan-hutan di Indonesia. Padahal, sebenarnya salah satu penyebab utama minimnya air bersih adalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh penumpukan sampah dan limbah. Coba kita renungkan, di negara yang 70% wilayahnya merupakan daerah perairan justru terjadi kekurangan air bersih bahkan kekeringan. Lalu apa yang harus kita lakukan agar isu kekurangan air bersih di tahun 2015 tersebut tidak benar-benar terjadi? Singkatnya, yang harus kita lakukan adalah menanggulangi penumpukan sampah.

Pertama-tama kita harus sadar dari diri kita masing-masing, bahwa air bersih adalah salah satu hal yang kita butuhkan dalam kehidupan. Jika kita sudah menyadari hal tersebut, maka secara alamiah dari dalam diri kita akan timbul keinginan untuk terus menjaga ketersediaan air bersih. Terkadang kita berpikir, apakah air bersih akan tetap tersedia kalau hanya kita sendiri yang berusaha menjaga ketersediaannya? Mari kita hilangkan pemikiran tersebut. Coba kita ubah pola pikir kita, apakah jika kita tidak mengusahakan ketersediaan air bersih, maka air bersih akan tetap ada? Pola pikir yang demikian akan lebih menguatkan diri kita untuk berusaha menjaga ketersediaan air bersih.

Jika kesadaran dari dalam diri kita akan pentingnya menjaga ketersediaan air bersih sudah muncul, kini saatnya kita berpikir rasional. Apabila satu orang dapat mengatasi satu permasalahan, maka semakin banyak orang yang ikut bekerja sama, akan semakin banyak permasalahan yang dapat diatasi. Salah satu cara agar kita dapat memperoleh dukungan adalah dengan cara sosialisasi. Kadang kita beranggapan bahwa sosialisasi adalah bagian dari tugas pemerintah. Sebenarnya, kita pun juga boleh melakukan sosialisasi. Kita harus menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga ketersediaan air bersih. Sasaran sosialisasi kita seharusnya tidak memandang usia. Bahkan, akan lebih baik kalau kita juga melakukan sosialisasi pada anak-anak agar sejak dini mereka paham akan pentingnya air bersih bagi kehidupan.

Sembari mencari dukungan dari masyarakat, langkah yang paling penting adalah aksi nyata. Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan seharusnya tidak hanya di bibir saja. Tetapi, kita harus melakukan tindakan secara langsung untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat demi kepentingan bersama. Kita harus mengenali jenis-jenis sampah yang ada di lingkungan. Sehingga, kita dapat memilah sampah sesuai jenisnya dan mengatasi penumpukan sampah sesuai jenisnya pula. Untuk sampah organik, ada berbagai cara untuk mengatasinya. Sampah daun dan sisa-sisa tumbuhan, bisa kita olah menjadi pupuk organik. Pupuk organik dapat meningkatkan kualitas tanah. Jika kualitas tanah baik, maka pertumbuhan tanaman juga akan baik, sehingga manfaat adanya tanaman bagi kehidupan juga akan optimal. Selain sampah daun dan sisa-sisa tumbuhan, ada lagi sampah yang dihasilkan dari dapur, yaitu sisa-sisa makanan. Kebanyakan orang menanggulangi sampah dapur dengan cara diolah menjadi pupuk organik, tetapi ada cara lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Pertama-tama, kita harus membuat kolam kecil di belakang rumah, kemudian mengisinya dengan bibit ikan seperti ikan lele atau yang lain. Setiap hari kita masukkan sisa-sisa makanan yang sudah dicuci ke dalam kolam. Dalam beberapa waktu, ikan-ikan tersebut akan tumbuh sehingga layak konsumsi. Ikan-ikan ini bisa dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga untuk mencukupi kebutuhan gizi. Jika setiap keluarga Indonesia menerapkan strategi ini, maka kasus kekurangan gizi di Indonesia bisa diminimalisir.

Sampah yang sampai saat ini dianggap paling sulit diatasi adalah sampah anorganik. Saat ini sering kita jumpai banyak sampah anorganik yang berserakan di lingkungan sekitar bahkan di aliran sungai. Padahal, penumpukan sampah di air sungai selain dapat menyebabkan banjir juga dapat mengurangi kualitas air. Nah, inilah salah satu penyebab dari kurangnya air bersih. Sebenarnya ada banyak cara untuk mengatasi penumpukan sampah anorganik. Untuk sampah plastik, selain didaur ulang kembali, kita juga bisa membuat kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi. Begitu juga dengan sampah kertas. Sekarang sudah mulai tersedia kertas-kertas hasil daur ulang. Selain didaur ulang menjadi kertas kembali, sampah kertas juga bisa diolah menjadi berbagai macam kerajinan yang indah dan memiliki nilai jual. Caranya sangat mudah, pertama kita buat bubur kertas yang diberi campuran tepung kanji atau lem kayu. Setelah tercampur rata, kita bentuk sesuai pola benda yang akan dibuat, misalnya kotak pensil, kotak kado, kap lampu, hiasan dinding, gantungan kunci, bros, atau bahkan kreasi buku harian. Setelah mulai terbentuk sesuai benda yang kita inginkan, tahap selanjutnya adalah tahap pengeringan. Jika sudah kering, kita bisa mulai untuk mengkreasikan benda dengan cara dicat atau diberi hiasan agar tampak menarik dan memiliki nilai jual. Apabila semua orang mampu dan mau melakukan daur ulang, dapat pula dibentuk suatu organisasi atau hubungan kerja untuk memasarkan produk daur ulang. Dengan cara ini, penumpukan samah sedikit demi sedikit akan mulai teratasi dan dapat pula menambah penghasilan. Apalagi, jika strategi ini dilakukan oleh para pelajar, dapat meningkatkan kreatifitas dan kemandirian.

Setelah rentetan tindakan penanggulangan sampah, hal yang paling sulit adalah kontrol. Kita harus bisa mengawasi dan mempertahankan tindakan-tindakan penanggulangan sampah. Sebisa mungkin kita harus mengetahui berapa banyak sampah yang kita hasilkan dan berapa banyak sampah yang sudah kita olah. Jika hal tersebut dilakukan oleh banyak orang, akan lebih memudahkan kita untuk melakukan penanggulangan terhadap sampah.

Dari langkah-langkah di atas, dapat disimpulkan bahwa dari sektor kebersihan saja negara kita memiliki berbagai masalah. Sebenarnya ada berbagai cara pula yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Jika semua masyarakat mau ikut bagian dalam mengatasi masalah-masalah tersebut, beban pemerintah di sektor kebersihan akan semakin ringan. Kita harus mau menghilangkan sikap apatis dan sadar bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Kesadaran dari masyarakat akan berdampak besar bagi kelangsungan hidup bersama. Kita tingkatkan semangat untuk menjaga kebersihan dan kita tumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan sehat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.