Jurnalistik, Apa Ya….?

jurnalistik

Jurnalistik? Apa ya….?
Pertanyaan itu sering muncul ketika seseorang mendengar istilah tersebut. Memang perkembangan jurnalistik dewasa ini semakin pesat tetapi orang awam masih banyak yang merasa asing jika mendengar istilah itu. Untuk menjawab pertanyaann di atas perlu melihat sejarah perkembangannya.

Jurnalistik merupakan bagian dari ilmu publisistik atau bagian dari ilmu komunikasi. Istilah jurnalistik diduga sudah muncul sejak zaman Romawi Kuno dari kata Diurna. Pada masa itu senator mulai menuliskan peraturan-peraturan yang kemudian ditempelkan di tempat-tampat umum agar mudah dibaca oleh masyarakat. Lembaran-lembaran yang berisi peraturan itu disebut acta diunari sedangkan isi yang tertulis disebut dengan diurna. Bahkan pada masa Julius Caesar tahun 100-44 Sebelum Masehi sudah dikenal dengan tulisan pandangan mata dari medan perang. (F. Rahardi. Modul Jurnalistik: hal. 7).

Secara etimologi atau ilmu pembentukan kata, istilah jurnalistik berawal dari kata jurnal dan istik. Jurnal dari diurna bahasa Latin yang artinya hari ini. Sementara dalam bahasa Perancis du jour yang artinya catatan harian. Dalam perkembangannya di Indonesia dapat dipastikan istilah jurnalistik berasal dari bahasa Inggris journal yang artinya laporan, surat kabar atau catatan harian. Sementara itu kata istik mengacu pada kata estetika yang berarti keindahan. Dengan demikian dalam jurnalistik akan menampilkan catatan-catatan yang memiliki nilai keindahan dan seni. Dapat dipahami bahwa journal berarti isinya, sedangkan jurnalistik adalah pekerjaan yang berhubungan dengan journal. Pekerjaan ini mengumpulkan data, mengolah, dan menyiarkan catatan-catatan harian .Disimpulkan bahwa jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan data, mengolah, dan menyiarkan kepada masyarakat melalui media massa. Tentunya informasi yang disampaikan adalah peristiwa terkini atau aktual.

Adapun orang yang melakukan kegiatan tersebut dikenal dengan jurnalis atau wartawan. Mengikuti kegiatan jurnalistik ini kadang masih dipandang sebelah mata. Banyak orang yang menganggap kegiatan yang membosankan dan tidak mempunyai masa depan. Pada hal kalau kita benar-benar menekuni tentu hal ini sangat menarik. Memang di sini kita tidak bisa santai karena dikejar dengan date line, tetapi ketekunan ini sekali gus melatih kedisiplinan kita . Di samping itu kegiatan ini tidak hanya dapat dikembangkan sebagai hobi tetapi dapat menjadi suatu profesi. Profesi yang berhubungan dengan jurnalistik ini sebenarnya cukup menjanjikan melihat perkembangan jurnalisme di Indonesia yang begitu pesat. Munculnya berbagai media baru merupakan lahan yang sangat subur. Media cetak maupun elektronik yang sangat pesat perkembangannya menuntut kesiapan tenaga jurnalis yang handal. Oleh karena itu seorang wartawan harus cerdas dan peka dapat membedakan fakta atau opini sebelum menyampaikan kebenaran kepada masyarakat. Sebab, seorang wartawan harus netral tidak berpihak kepada siapa pun. Tidak hanya cerdas dalam berpikir, wartawan atau jurnalis perlu membekali diri dengan pengetahuan yang cukup. Melihat pekerjaan ini selalu berkecimpung dengan bahasa maka seorang wartawan juga harus mempunyai pengetahuan yang baik terhadap tata bahasa yang berkaitan. Di samping itu integritas yang tinggi dan tidak tergoda dengan materi ketika menjalankan tugasnya sangat penting. Mematuhi kode etik jurnalistik adalah keharusan setiap wartawan atau jurnalis.

Sebagai pemula memang menjalankan pekerjaan ini tidaklah mudah. Ketekunan, niat, kemauann serta disiplin yang tinggi akan sangat mendukung. Bahkan dewasa ini perkembangan teknologi dengan adanya internet cukup memfasilitasi kita untuk belajar menulis agar bisa menjadi seorang juranalis. Salah satu kesempatan yang bisa kita manfaatkan adalah menulis di Dunia Diksi ini. Kegiatan menulis dalan bidang jurnalistik ini bisa dianalogikan dengan orang belajar bermain sepeda. Pada awalnya orang akan menderita, jatuh, terkilir, bahkan terluka, tetapi dengan ketekunan orang bisa merasakan manfaatnya yang menyenangkan dan menyehatkan. Begitu pula untuk menjadi jurnalis mungkin kita juga merasa jatuh bangun dan kesulitan untuk bisa menulis dengan baik dan menarik minat pembaca. Kuncinya adalah disiplin yang tinggi dan pantang menyerah.

Nah, bagaimana ? Tertarik untuk menjadi jurnalis?
(AST)090114

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.