Piramida Terbalik

piramida

Salah satu syarat yang harus dikuasai oleh jurnalis adalah bahasa yang baik. Dalam pembahasan sebelumnya, saya sudah mengingatkan untuk belajar bahasa agar dapat menulis berita dengan baik. Kali ini kita akan mempelajari tentang piramida terbalik. Piramida adalah bangunan makam raja Mesir yang berbentuk limas. Limas ini sama seperti bangunan segi tiga sama kaki tetapi berdimensi. Sementar piramida terbalik yang akan kita bahas di sini tentu bukan piramida makam raja mesir. Akan tetapi, piramida terbalik konsep penulisan berita. Penulisan berita ini jika digambarkan akan menyerupai gambar piramida yang posisinya terbalik.

Konsep penulisan berita ini menjadi sangat penting. Hal ini berkaitan erat dengan definisi dan tolok ukur berita. Dalam sajian sebelumnya sudah dipaparkan tentang pengertian atau definisi berita. Oleh karena itu saat ini yang perlu dipahami adalah tolok ukur sebuah berita.

Tolok ukur berita adalah peristiwa aktual dan baru terjadi. Peristiwa tersebut tentu harus berdampak bagi orang banyak, dekat dengan kehidupan kita, menyangkut tokoh yang terkenal atau orang penting. Selain itu, bisa juga suatu konflik, tentang kemanusiaan, peristiwa aneh dan unik bahkan sekadar info kegemaran atau ,kisah binatang.

Mengapa harus dengan piramida terbalik? Melalui piramida terbalik inti pokok berita sudah ada pada awal kalimat. Ketika inti sudah dipaparkan pada awal berita, berarti berita sudah sampai kepada pembaca. Setelah itu, penulis tinggal memberikan keterangan tambahan. Apabila ada keterangan yang dianggap kurang penting bisa dihilangkan tanpa mengubah makna berita. Konsep ini juga akan memudahkan pengarang dalam merancang judul. Teks berita bisa dilengkapi dengan beberapa keterangan tambahan sesuai kebutuhan. Namun, jika ternyata naskah terlalu banyak dan tidak sesuai dengan kolom yang tersedia maka naskah bisa dipotong dari bawah. Pemotongan naskah ini tentu tidak akan mengubah isi berita.

Hal apa yang akan menjadi pedoman dalam penulisan ini? Dalam penulisan piramida terbalik ini yang terpenting adalah lead. Lead ini merupakan inti berita dalam tulisan piramida terbalik. Bagian ini merupakan simpulan yang berisi 5W+1H (who, where, what, when, why+how) dan “so what” berita ini disampaikan.

Nah, tentu kalian sudah cukup memahami. Namun, ada hal penting yang juga harus kalian lakukan. Dalam menulis ini, kalian harus memiliki sumber orang ke tiga yang akurat dan mencantumkannya secara jelas.

Sekarang, aplikasikan teori ini dalam menulis berita untuk mading kalian! Selamat menulis!
Salam DD-AST 150114
Sumber Bacaan:
Ermanto. Menjadi wartawan Handal dan Profesional
Widharmono. Modul Jurnalistik
Yurnaldi. Kiat Praktis Jurnalistik,

2 Komentar

  1. Avatar

    Sama-sama, ajak teman membaca dan menulis di DD ya!

  2. Avatar
    katedrarajawen

    Bu Guru terima kasih loh ilmunya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.