Majalah Dinding Sebagai Media Pembelajaran

mading2

Majalah dinding adalah media komunikasi yang disajikan dalam bentuk tulisan dan dipajang di media dinding atau sejenisnya. Biasanya disingkat dengan Mading. Merupakan media yang sangat sederhana .Asal muasalnya adalah awal atau cikal bakal dari media masa saat ini. Mading ini sudah digunakan sejak jaman Romawi kuno. Mading ini sudah banyak digunakan di sekolah-sekolah sebagai ajang kreatif siswa-siswanya.

Bahan yang disajikan di mading berupa tulisan, gambar atau kombinasi dari keduanya. Biasanya disusun sedemikian rupa agar tampak menarik dalam bentuk kolom atau baris-baris. Hasil karya bisa berupa cerita pendek ,puisi, komik atau karikatur. Garis besar yang ada di majalah dinding adalah

  • Editorial/merupakan pendapat atas kasus atau berita yang sedang aktual yang terjadi di lingkungan sekolah atau lingkungan luar yang berkaitan dengan sekolah.
  • Pemberitaan: berkaitan dengan berita-berita di sekolah yang bisa meliputi kegiatan olahraga, seni, ekstrakurikuler, akademik.
  • Artikel: Berisi ruang lingkup yang luas mencakup artikel yang dapat memperluas wawasan siswa.
  • Ruang kreatif siswa: Berisi hasil kerativitas siswa berupa puisi, cerpen, karikatur, komik..

Kalau dilihat manfaat majalah dinding bagi siswa banyak sekali , bisa sebagai media komunikasi antar siswa, sebagai ajang kreativitas siswa, memupuk minat baca, memupuk kemampuan menulis, melatih kecerdasan berpikir dan terakhir melatih berorganisasi.

 mading1

Majalah dinding di setiap sekolah pastilah ada dan semua tergantung dari siswa-siswanya yang mengelola dibantu guru pembimbing. Jika rajin maka majalah dinding bisa setiap bulan berganti topik, tapi ada juga yang berbulan-bulan masih dengan topik yang sama alias tidak diganti. Semua berpulang dengan keaktifan siswa. Ternyata majalah dinding selain untuk media komunikasi secara umum tapi mading juga bisa digunakan sebagai media pembelajaran. Loh kok bisa??? Bisa saja, dengan tujuan agar siswa lebih mudah mengerti tentang materi pelajaran yang sedang dipelajarinya. Dan mading pembelajaran itu juga bisa menambah pengetahuan siswa lain yang mungkin tak mendapatkannya karena lain jurusan. Misalnya siswi jurusan IPA membuat mading pembelajaran tentang laju reaksi , tentunya akan memberi tambahan ilmu bagi anak IPS yang tidak belajar tentang laju reaksi. Selain itu mading pembelajaran itu dibuat sekreatif mungkin sehingga anak-anak tertarik untuk membaca. Jika perlu dengan banyak gambar dan judul yang menarik.

Dengan adanya mading pembelajaran ini , akan terjadi pertukaran informasi materi pelajaran antara siswa-siswa jurusan IPA dan IPS. Sehingga siswi-siswa yang tidak mendapat pelajarannya juga bisa mendapatkan informasi yang baik atau bagi anak SMP akan meningkatkan pemahaman yang sudah diberikan guru. Mungkin bagi sobat remaja bisa dicontoh apa yang sudah saya lakukan bersama siwa-siswa saya. Mading berisi materi pelajaran yang disusun secara kreatif sehingga yang membaca seperti tidak membaca pelajaran. Seperti contoh foto yang ada di atas tentang dampak pembakaran yang dibuat dengan gambar yang menarik dan sedikit tulisan yang menerangkan gambar tersebut sehingga memudahkan siswa-siswa yang berasal dari IPS mengerti. Sehingga walau siswa-siswa IPS tidak belajar tapi akan mendapatkan pengetahuan tambahan melalui mading dan bagi anak IPA sendiri akan makin lebih mendalami materi. Boleh dicoba dan dicontoh

2 Komentar

  1. Admin

    terima kasih atas artikelnya :0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.