Nilai Berita

newsBerita adalah bagian kehidupan yang tidak bisa lepas dari masyarakat. Untuk itu berita menjadi bagian yang paling penting dalam kehidupan kita. Memang antara orang yang satu dengan yang lain memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap sebuah berita. Oleh karena itu, Widarmono seorang redakatur salah satu Koran anak di ibu kota mendefinisikan kata berita sebagai sesuatu yang perlu diketahui, penting diketahui, dan ingin diketahui. Hal ini dikaitkan dengan kenyataan keperluan, kepentingan, dan keinginan seseorang memahami berita yang tidak sama.

Sebuah peristiwa menjadi layak diberitakan tentu ada setandarnya. Dengan kata lain ada tolok ukur penyajian sebuah peristiwa agar mengandung unsur-unsur atau nilai berita. Nilai berita itu mencakup beberapa hal, seperti berikut.

Aktual atau baru terjadi, peristiwa yang baru saja terjadi cenderung lebih menarik untuk dikuti. Berbagai peristiwa yang baru terjadi di berbagai belahan dunia akan menjadi berita. Peristiwa aktual ini bisa berhubungan langsung dengan masyarakat atau mungkin sebuah penemuan baru. Entah penemuan dalam bidang pengetahuan, teknologi atau mungkin hasil sebuah penelitian.

Punya dampak atau pengaruh bagi banyak orang. Sebuah peristiwa yang menyangkut banyak orang baik yang orang-orang terkenal atau masyarakat biasa layak dijadikan berita. Biasanya peristiwa ini dianggap penting dan tidak boleh diabaikan. Pembiaran atau perhatian terhadap peristiwa itu tetap akan berdampak bagi banyak orang. Dampak di sini tentu bisa dampak mental dan spiritual ataupun material.

Unik atau istimewa, sebuah peistiwa yang dipandang unik, aneh, luar biasa, janggal atau tidak umum, dan istimewa juga akan menjadi berita. Bisa juga peristiwa-peristiwa alam,geografis, atau mungkin masalah kultur atau budaya.

Konflik biasanya juga akan memiliki nilai berita. Konflik ini tentunya yang melibatkan banyak orang atau masyarakat. Walaupun tidak menutup kemungkinan konflik keluarga juga bisa menjadi berita. Tentu tergantung pada dampak konflik itu bagi masyarakat di sekitarnya. Bisa juga mungkin konflik yang melibatkan tokoh terkenal. Kalau sudah demikian konflik ini bari meiliki nilai berita.

Tokoh atau orang penting juga akan menjadi sebuah berita. Berbagai tindakan baik positif atau negatif seorang tokoh biasanya tidak pernah lepas dari pandangan wartawan. Apa saja yang dilakukan tokoh tersebut akan menjadi sebuah berita. Tokoh yang dimaksudkan di sini bisa para pejabat, atlet, atau mungkin para selibritas dsb.

Lima nilai berita di atas bisa kita katakana cukup sebagai dasar menyusun berita. Namun, Masri Sareb Putra (2006: 33), dalam Teknik Menulis Berita dan Feature, memberikan dua belas nilai sebagai dasar nilai berita dalam menulis berita. Dua belas hal tersebut di antaranya adalah:

1. sesuatu yang unik,
2. sesuatu yang luar biasa,
3. sesuatu yang langka,
4. sesuatu yang dialami/dilakukan/menimpa orang (tokoh) penting,
5. menyangkut keinginan publik,
6. yang tersembunyi,
7. sesuatu yang sulit untuk dimasuki,
8. sesuatu yang belum banyak/umum diketahui,
9. pemikiran dari tokoh penting,
10. komentar/ucapan dari tokoh penting,
11. kelakuan/kehidupan tokoh penting, dan
12. hal lain yang luar biasa.

Dalam kenyataannya, tidak semua nilai itu akan kita pakai dalam sebuah penulisan berita. Hal terpenting adalah adanya aktualitas dan pengedepanan objektivitas yang terlihat dalam isi berita. Dengan pemahaman ini, sebenarnya cukup sederhana syarat menulis sebuah berita. Dari sini teman-teman bisa dengan mudah menulis berbagai peristiwa di sekitar kalian untuk dipublikasikan di DD. Peristiwa yang bisa kalian angkat bisa berasal dari lingkungan tinggal kalian, lingkungan sekolah, atau bahkan berbagai percobaan ilmiah yang telah kalian lakukan dapat menjadi bahan tulisan yang memiliki nilai berita.

Ayo….kita ramai-ramai menulis berita!

Salam- AST14012015

ilustrasi : theorbital.co.uk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.