Membuat Blog Untuk Belajar Fiksi

fiksi2A

Di tingkatan sekolah dasar sampai menengah atas di pelajaran bahasa Indonesia jarang sekali siswa diajarkan untuk bisa menulis baik fiksi maupun non fiksi. Seringkali dijumpai siswa-siswa masih kurang dalam penyusunan kalimat yang baik. Itu saya jumpai saat memeriksa ulangan tipe esay. Dan peran guru bahsa Indonesia yang kadang hanya memberikan teori tanpa praktek menyebabkan pengalaman siswa untuk terampil menulis kurang . Hati saya tergelitik ingin mengajak siswa-siswa untuk bisa menulis fiksi.

 fiksi3A

Fiksi itu sendiri adalah karangan berdasarkan cerita imajinasi , bisa berbentuk novel, cerita pendek. Dari fiksi dicoba menghidupkan emosi pembaca dan pembaca larut dalam cerita yang disuguhkan oleh penulis. Beda dengan tulisan non fiksi yang ceritanya berdasarkan fakta atau hal yang benar terjadi dalam kehidupan sehari-hari.Biasanya berbentuk tulisan ilmiah,laporan, artikel , makalah dan sebagainya. Bahasa untuk cerita non fiksi biasanya tak punya makna ganda dan memggugah nalar pembaca.

fiksi4A

Sarana yang saya pakai selain pelatihan juga blog untuk mereka menuliskan cerita fiksi mereka.. Siswa-siswa yang mau menulis fiksi ditulis di blog yang sudah disediakan. Kenyataan yang begitu pahit saat beberapa lama tak satupun fiksi yang masuk di dalam blog yang sudah disediakan. Banyak alasan yang mereka utarakan. Akhirnya saat itu saya mulai banyak menulis fiksi di blog pirbadi saya dan dishare di facebook dimana anak-anak bisa membacanya. Akhirnya mereka ada yang mulai menulis di blog walau tak banyak. Nah, saat menjelang peringatan hari sumpah pemuda ,saya membuat lomba menulis fiksi di blog . Blog nya bernama constanta2. Akhiranya banyak juga yang sudah mengisi blog fiksi sekolah. Untuk lebih memberi mereka semangat menulis .

 fiksi5A

Selain di blog beberapa fiksi mereka juga saya pajang di mading agar banyak siswa lainnya yang membaca cerita mereka. Saat ada beberapa cerpen yang mendapat pujian dari teman yang lain, bisa memacu semangat untuk menulis lagi. Memberi contoh pada anak-anak adalah salah satu cara untuk mengajak mereka menyukai dunia tulis menulis selain pelatihan dan lomba. Mungkin cara ini bisa digunakan teman-teman untuk bisa mengajak teman lainnya untuk suka menulis fiksi dengan membuat blog fiksi sekolah. Menulis itu menyenangkan dan mari kita sebarkan virus menulis bagi sobat-sobat semua.Mungkin bisa dicoba di ekstrakurikuler jurnalistik. Tentunya perlu ada guru pendamping agar ada yang bisa mengoreksi beberapa kesalahan dalam penulisan atau hal teknis lainnya.

2 Komentar

  1. Avatar

    iya benar sekali… banyak siswa yang tidak bisa bahkan tidak tahu cara menulis yang benar, sepertinya saat sekolah tidak pernah di beri kesempatan menulis bebas dan menulis fiksi…

    • Avatar
      Hastira Soekardi

      nah, itulah yang membuat saya prihatin. kebanyakan guru bhs Indonesia cenderung lebih mementingkan menyelesaikan materi daripada memberikan penagalaman menulis bagi anak-anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.