Leafie: Pengorbanan Seekor Ayam

Leafie,_a_Hen_Into_the_Wild-p1Kasih dan pengorbanan seorang ibu memang tidak dapat dinilai dengan apapun. Film Leafie, A Hen into the Wild menunjukkan kasih dan pengorbanan seekor ayam yang sangat menginginkan kebebasan. Film animasi yang diangkat dari buku cerita anak- anak karya Hwang Sun Mi (2000) ini berhasil menjadi film animasi tersukses di Korea, dengan total 2.2 miliar penonton dari seluruh dunia.

Kisah ini dimulai dengan adanya seekor ayam petelur bernama Leafie yang tinggal di sebuah peternakan. Ia tidak pernah keluar dari kandang, padahal ia sangat ingin mengerami telurnya sendiri dan merasakan kebebasan di luar sana. Akhirnya Leafie berpura- pura mati agar dapat keluar dari peternakan tersebut.

Rupanya usaha Leafie berhasil. Namun belum lama setelah ia keluar, ia sudah hampir dimangsa oleh seekor musang. Untunglah, seekor bebek pengembara liar menyelamatkan Leafie. Leafie terpana dan jatuh hati pada sang bebek pengembara. Namun tak disangka, bebek tersebut sudah memiliki kekasih, sehingga Leafie memendam perasaannya seorang diri.

Berang- berang, sebagai walikota di komunitas liar tersebut menyarankan agar Leafie tinggal dibalik semak- semak mawar, agar musang tidak dapat menemukan dan menghabisi nyawa Leafie. Tak lama, kekasih dari bebek pengembara ditemukan oleh sang musang. Bebek pengembara berusaha menyelamatkan kekasihnya, namun gagal menyedihkan.

Ternyata bebek pengembara dan kekasihnya sudah memiliki seekor telur. Akhirnya Leafie mengerami telur tersebut, dan menganggap telur itu seperti anaknya sendiri. Pada suatu bulan purnama, musang sangat lapar dan ingin berburu. Bebek pengembara meminta Leafie untuk menjaga telurnya, dan membawanya ke alam liar bila dirinya tidak selamat.

Tak disangka, bebek pengembara kalah saat bertarung dengan sang musang. Dengan berderai air mata, Leafie pergi membawa anak bebek dari telur yang baru menetas tersebut ke alam liar. Leafie menamai anak bebek tersebut Greenie, sang kepala hijau.

Leafie dan Greenie hidup bersama di tepi sungai. Greenie tidak memiliki teman saat masa kanak- kanaknya karena ibunya adalah seekor ayam, padahal ia adalah seekor bebek kepala hijau. Namun, Walikota Berang- berang selalu membantu Leafie dan Greenie selama itu. Greeniepun mulai belajar untuk terbang. Ia berguru pada burung hantu dan kelelawar.

Suatu hari, datanglah sekelompok bebek liar yang sedang dalam perjalanan migrasi. Leafie sadar bahwa inilah saatnya Greenie untuk ikut bermigrasi bersama bebek- bebek tersebut. Greenie mengikuti perlombaan untuk menjadi bebek penjaga di komunitas bebek liar tersebut. Leafie sangat mendukung Greenie, dan Greeniepun keluar menjadi pemenang di kontes ini.

Greenie tidak ingin meninggalkan Leafie yang sudah sakit- sakitan Namun apa daya? Ia harus tetap bermigrasi agar dapat bertahan hidup. Saat Greenie ingin berpamitan dengan Leafie, ia menemukan Leafie sedang berada di lorong tempat tinggal musang. Leafie melihat bahwa musang tersebut memiliki banyak bayi musang yang kelaparan. Tiba- tiba sang musang, dan ia menerkam Greenie. Leafie panik dan akhirnya berkata bahwa ia akan menyakiti anak musang tersebut bila ia tidak melepaskan Greenie. Akhirnya sang musang melepaskan Greenie.

Akhirnya tiba saatnya Greenie untuk pergi. Ia berjanji bahwa ia akan kembali untuk menemui Leafie di kemudian hari. Leafiepun berjanji akan menunggu Greenie pulang. Akhirnya Greenie pergi meninggalkan Leafie dengan berat hati.

Namun saat Greenie baru saja pergi, Leafie yang sedang terdiam diincar oleh sang musang. Sang musang sangat membutuhkan makanan agar anak- anaknya tidak kelaparan. Leafiepun berpikir bahwa tugasnya untuk menjaga Greenie sudah selesai, maka biarlah ia dimakan oleh sang musang agar anak- anak musang tidak kelaparan. Musangpun akhirnya menerkam Leafie dengan sangat berat hati dan berurai air mata.

Dalam film ini, Leafie melakukan hal yang sangat mulia; berkorban untuk Greenie dan sang musang. Leafie sempat beberapa kali menyelamatkan Greenie dari bahaya, dan ia sangat menyayangi Greenie walaupun Greenie bukanlah anak kandungnya. Leafie juga mengorbankan dirinya untuk menjadi makanan bagi sang musang agar anak- anak musang tidak kelaparan.

Dari cerita ini kita dapat belajar, bahwa pengorbanan adalah hal yang tak dapat dinilai dengan apapun. Leafie adalah tokoh yang heroik. Pengorbanannya luar biasa dan patut dikenang.

Satu Komen

  1. Avatar

    Kisah mengharukan yang bisa menguras air mata, namun penuh dengan pesan moral yang luar biasa. Selamat belajar Hana!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.