Mawar Berduri

duri mawar1

Taman di perumahan Metro banyak dikunjungi anak-anak kecil mamupun orang dewasa. Bukan saja karena tempatnya nyaman tetapi bunga-bunga yang ada di taman itu membuat suasana taman menjadi ceria. Warna-warninya menampakan keindahan bagi orang yang melihatnya. Hampir tiap pagi dan sore hari banyak orang yang datang ke taman untuk sekedar duduk-duduk saja menikmati bunga yang sedang bermekaran atau bermain di taman. Banyak orang yang mengagumi keindahan mawar yang mempunyai warna mencolok dan aroma yang wangi semerbak. Banyak pujian tertuju pada bunga mawar yang membuatnya menjadi sombong.

“Lihat tuh semua orang memuji diriku. Memang aku paling cantik di taman ini,”ujar mawar mulai menyombongkan diri. Hampir setiap hari mawar menyombongkan dirinya yang banyak dipuji oleh orang-orang yang berada di taman.

“Lihat drimu, warna bungamu juga hanya sedikit dan baumu tak seharum bungaku.Pantas saja kamu tak pernah dapat pujian,” cela mawar pada bunga terompet yang berada di sebelahnya. Bunga terompet tertunduk malu, dirinya merasakan sedih saat dihina mawar. Memang dirinya tak punya aroma yang wangi, apalagi tingginya tidak setinggi mawar sehingga sering kali tertutup dengan dedaunan mawar. Bunga terompet mengeluh pada bunga aster.

“Memang aku ini jelek ya,”ujar bunga terompet sedih. Aster mamandang bunga terompet dengan pandangan kasihan.

“Sudah, kamu jangan dengerin mawar. Memang dia itu sombong dan suka mengejek orang lain. Kamu juga bagus kok, semua bunga punya kelebihan dan kekuarangannya sendiri,” tukas aster menghibur bunga terompet. Bunga terompet berusaha tersenyum walau hatinya masih sangat sakit dan sedih. Bunga terompet seharian murung memikirkan dirinya yang sangat jelek. Ingin dirinya mempunyai bunga seperti mawar, besar, warnanya indah dan aromanya semerbak. Mawar melihat bunga terompet yang sedih kegirangan, dia memang paling suka melihat temannya sedih dan suka mengejek kekurangan teman.

“Sudah jangan kamu pikirkan omongan mawar, anggap angin lalu saja. Bukan kamu saja yang dihina oleh mawar, banyak kok tanaman lainnya yang dihina juga, tapi mereka tak pernah mempedulikan hinaan itu. Biarkan saja,” tukas cocor bebek. Bunga terompet sedikit merenungkan kata-kata cocor bebek, tanaman yang lainpun tak pernah sedih saat dihina mawar, mengapa dia terlalu sedih dihina. Benar juga ya, aku harus membiasakan diriku untuk mendengar hinaan mawar, pikir bunga terompet.

“Benar juga katamu, mulai sekarang aku akan tak mempedulikan hinaan mawar,”tukas bunga terompet.

“Nah, gitu dong. Jangan sedih lagi ya,”ujar tanaman yang lain menyemangati bunga terompet. Dan hari ini bunga terompet bisa kembali tersenyum.

 

Sore itu di taman cukup ramai dikunjungi orang-orang apalagi udara sore itu sejuk dan cuaca sedang bersahabat. Tampak beberapa remaja masuk ke dalam taman dan memperhatikan satu persatu tanaman yang ada di taman itu.

“Coba lihat , pasti mereka akan memujiku lagi,” tukas mawar sombong, tapi bunga terompet tidak mempedulikan lagi, sekarang dia harus bisa mengabaikan omong besar mawar. Mawar menoleh pada bunga terompet yang terlihat acuh.

“Kamu denger gak, pasti kamu iri sama aku kan?” tanya mawar . Bunga terompet menggeleng cepat.

“Gak kok, ngapain iri, memang bungamu bagus kok,”tukas bunga terompet. Mawar senang mendengar ucapan bunga terompet. Tanaman lainnya menatap bunga mawar dengan perasaan kesal. Remaja –remaja itu masih melihat-lihat sambil menengok ke kiri dan ke kanan, entah apa yang dicari.

“Sudah ketemu belum?” tanya seseorang dari remaja itu. Yang lain mengelengkan kepalanya. Saat sampai di depan mawar, tampak sekali mawar berdiri tegap, merasa dia akan dipuji oleh remaja-remaja ini.

“Coba lihat, ini bukan,” teriaknya. Remaja itu menyibakan pohon mawar untuk melihat bunga terompet di sebelahnya.

“Aduh, sakit ,”ujar remaja itu sambil menatap bunga mawar sebal, jarinya tertusuk duri mawar.

“Kenapa?”

“Ini tanganku kena duri mawar,” tukasnya sambil menarik mawar ke sisinya agar dia bisa melihat bunga terompet. Mawar kesakitan karena dia ditarik oleh remaja itu.

“Iya ini benar bunga terompet.” Remaja lainnya berhamburan ke tempat bunga terompet berada.

“Hati-hati nanti kena duri mawar loh,”tegur remaja yang tadi tertusuk durinya. Akhirnya mawar ditarik lagi lebih kuat agar mereka bisa melihat bunga terompet. Mawar kesakitan apalagi daunnya banyak yang berjatuhan karena ditarik oleh remaja-remaja itu.

“Aduh sakit sekali badanku,” keluh mawar. Bunga terompet iba melihat tubuh mawar ditarik oleh remaja-remaja itu, tapi bunga terompet tidak bisa membantunya.

Remaja itu memetik beberapa bunga terompet .

“Akhirnya kita dapat juga bunga terompetnya. Bunga ini untuk praktikum biologi besok., untuk menentukan derajat keasaman. Lega rasanya kita sudah dapat ,”ujar salah satu dari remaja itu

“Bunganya kecil dan gak harum ya tapi ternyata berguna juga untuk praktikum biologi ,” ujar remaja yang lain. Bunga terompet ternganga mendengarnya,ternyata bunganya yang kecil dan tak harum masih berguna untuk praktikum biologi.

“Praktikum itu apa ya?” tanya bunga terompet pada aster yang juga turut mendengar. Aster hanya menggelengkan kepalanya.

“Nah ,akhirnya kau tahu, kalau kamu juga ada gunanya untuk manusia,” tukas aster. Bunga terompet tersenyum dan sekarang dia merasa bahwa dia tak perlu merasa rendah diri karena dia juga bermanfaat bagi manusia. Mawar tampak kesakitan dan banyak daunnya yang rontok , dan itu membuat bunganya layu. Mawar tampak kusut dan layu. Hampir semua daunnya rontok sehingga hanya tampak duri di batangnya. Kini mawar menyesal telah bersikap sombong, ternyata tidak semua suka dengannya. Walau bunga terompet kecil dan tidak harum , dia punya manfaat bagi manusia.

“Maafkan aku ya,” tukas mawar pada bunga terompet. Bunga terompet tersenyum dan mengangguk .

“Kita semua di sini punya kekurangan dan kelebihannya masih-masing. Makanya kita tak perlu sombong,”tulas cocor bebek. Mawar mengangguk setuju, mulai hari ini dia tak akan sombong lagi.

 

Sumber gambar di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.