Kok Banjir, Mam?

banjir
Indonesiarayanews.com

“Mam, kok bisa banjir ya? Hujannya kebanyakan ya?”tanya Tristan pada mamanya yang duduk disebelahnya. Keduanya sedang menonton berita di televisi.
Mama Tristan tersenyum, ia mengelus kepala putranya.
“No, no bukan hujannya sayang yang kebanyakan,” mama memulai penjelasannya.
“Kakak Tristan ingat kalau buang sampah dimana?”
Tristan mengangguk. “Di tempat sampah, Mam.”
“Nah, kalau buang sampahnya sembarangan gimana?”
“Bau, Mam.”
“Selain itu? Kalau yang buang banyak orang gimana?”
“Numpuk dong, Mam.”
“Kalau sampah yang kata kakak tadi numpuk di sungai, jadi bagaimanaana dong?”
Tristan terdiam sesaat. Mencoba memikirkan pertanyaan mamanya.
“Gini deh kak,” ucap sang mama. “Itu kemaren kakak sama papa ngapain?”
“Bersihin got, Mam. Kata papa biar gotnya nggak mampet. ”
”Nemuin apa disana?” Tanya mama lembut.
“Ada daun kering sama sampah ci.. Oh iya maksud mama sungainya mampet ya gara- gara banyak orang buang sampah di sungai?”
Mama mengangguk. “Jadi air sungainya nggak bisa mengalir lancar,kan?”
Tristan mengangguk mengerti.
“Ada lagi kak, itu hutan- hutan kita juga gundul kan. Suka ditebangin pohonnya tanpa memikirkan akibatnya nanti. Kalau gundul disiram air gimana kak?”
“Ngalir gitu aja. Mam.”
“Iya sayang. Itu bahaya hutan yang gundul. Air hujan yang turun tidak dapat diserap lagi, jadinya ngalir deh ke pemukiman penduduk. Apalagi kalau pohon- pohon yang dibukit ditebangi dijadiin bangunan, makin nggak ada kan serapan air.”
“Berarti salah kita ya, Mam.”
“Hujan itu rezeki, sayang dari Allah. Coba kalau panas terus tiap tahun mana ada tanaman tumbuh subur, ada air buat kakak minum. Nah kalau banjir itu akibat dari kita manusia yang tidak mau menjaga lingkungan sendiri.”
“Kalau gitu kita nggak boleh buang sampah sembarangan lagi dong Mam. Hutan- hutan juga harus ditanamin lagi, biar nggak banjir lagi. Kan kasihan Mam sama yang kena banjir.”
Mama mengangguk. “Iya sayang.
Tristan bangkit dari sofa, “Besok kakak kasih tahu bu guru sama teman- teman kalau buang sampah harus di tempat sampah supaya nggak banjir.”
Mama mengacungkan jempol, “Kakak hebat.”
(ISL)

Bandung, 19 Januari 2014
RIP untuk semua korban banjir di Jakarta dan Manado juga banjir- banjir didaerah lain. Semoga musibah segera berlalu.

Satu Komen

  1. Avatar
    katedrarajawen

    :salaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.