Tari Topeng Klana

klana2

Masih ada lagi jenis tari topeng khas Cirebon yaitu tari topeng Klana. Setelah saya posting tentang dua tari topeng sebelumnya yaitu tari topeng Samba dan tari topeng Tumenggung. Tari topeng Klana ini lebih menggambarkan karakter yang buruk seperti serakah, penuh angkara murka karena tak bisa mengendalikan hawa nafsu. Tapi justru tari topeng Klana ini yang lebih banyak disukai penonton dan lebih banyak ditampilkan dalam beberapa ajang perlombaan atau pementasan dibanding tari topeng yang lainnya.Ada yang menyebutkan kalau tari topeng Klana ini dibagi menjadi dua bagian . Tari topeng Klana yang diiringi dengan Gonjing dan sarung Ilang dan Klana Udeng yang diiringi dengan Dermayonan. Saat menari ada bagian baksarai yaitu tari yang belum menggunakan kedok dan bagian ngedok bagian tari yang menggunakan kedok.

 

Tari topeng Klana sendiri sering kali disebut dengan tari topeng Rowana. Hal ini karena Rowana yaitu tokoh Rahwana dalam cerita Ramayana yang mempunyai karakter yang sama dengan tokoh Klana dalam cerita panji.Tapi ada juga yang menganggap topeng Klana dan topeng Rowana berbeda, yang membuat sama hanya kedoknya saja. Sedangkan kostumnya sangat berbeda. Pada pertunjukan topeng di hajatan biasanya penari sering melakukan nyarayuda atau ngarayuda. Meminta uang pada penonton. Biasanya akan meminta uang dengan menyodorkan kedok yang dipegang terbalik sebagai wadah uang.Dan ini tak memaksa, mengharapkan penonton memberi secara ikhlas. Sebetulnya ngarayuda itu punya pesan moral yaitu mengingatkan kita untuk bisa hidup yang baik dalam masarakat.Klana adalah raja yang kaya raya tapi ia serakah selalu merasa dirinya selalu kekurangan . Akibatnya dia berusaha untuk mengambil harta tanpa mempedulikan hak rakyat.Jadi punya pesan ini bukan sekedar mengemis tapi sebaiknya hidup itu lebih banyak memberi daripada meminta. Sebetulnya pesan itu yang akan disampaikan.

 

Proses pendokumentasian Topeng tanggal 5 April 2004

 

Untuk kedok topeng Klana biasanya dicat warna merah tua. Karena perangainya yang kasar dan mudah marah makanya kedoknya berkarakter gagah tapi kasar, matanya akan nampak melotot keluar, mempunyai kumis tebal yang terbuat dari ijuk yang dikepang dan bagian ujungnya dibulatkan. Sedangkan hidungnya yang mancung disertai dengan mulut yang ternganga lebar dan terlihat menyembul keluar. Itu terlihat dari gigi bagian atas yang menjorok ke depan dan tampak terlihat seperti orang yang tertawa terbahak-bahak. Di bagian atas ujung hidungnya ada lekukan tanda orang yang mengernyitkan dahi dan dikenal dengan Renyon.Di atasnya terdapat hiasan yang dikenal dengan Jamang. Di dagunya terdapat janggut dan dikenal dengan Rengge/rerengu yang bersatu dengan jambangnya.

 

Untuk baju hampir sama dengan baju tari topeng yang lain.Baju sebagai penutup tubuh dengan warna merah. Hiasan lengan berupa biku-biku yang terbuat dari benang emas, Krodong sebagai penutup punggung yang terbuat dari kain batik. Sedangkan di dada diletakan kace berupa kain berwarana emas.Ombyok berupa hiasan dada terbuat dari kain beludru dengan motif teratai. Hiasan kalung berbentuk mutiara putih dan hiasan gelang. Hiasan pinggang terbuat dari kain beludru dan ada penutup bagian bawahnya yang disebut dengan tutup rasa. Dan terakhir adalah soder berupa selendang yang diikat menjuntai dari pinggang. Untuk topeng Klana menggunakan celana sontog bukan kain .

 

Sumber gambar penari : http://wargiurangsunda.blogspot.com/2014/09/inilah-macam-macam-tarian-kesenian.html

Sumber gambar kedok : http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=881&lang=id

4 Komentar

  1. Avatar

    Duh gambarnya kok dari tempat saya ngga bisa kebuka ya mak? Udah lama banget ngga nontyon pertunjukan tari daerah

    • Avatar
      Hastira Soekardi

      masa sih mbak, oh ya kalau di cirebon di taman Sunyaragi suak diadakan pementasan seperti di pelataran prambanan tapi gak rutin

  2. Avatar

    Topengnya serem mak…. hehehe…. anakku paling takut kalau diliatin topengnya itu…

    • Avatar
      Hastira Soekardi

      dulu aku juga saat kecil takut kalau lihat topeng. serem memang karena menggambarkan orang yang serakah, kasar dan kejam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.