e23eaaf3835709d9e8914080058f8115_7

Menangis

Siapakah di dunia ini yang belum pernah menangis? Saya percaya pasti semua orang pernah menangis. Baik itu kaum laki-laki ataupun kaum perempuan. Apakah hal itu memalukan? Tentu jawabannya, tidak. Mengapa? Menangis bukanlah hal yang tabu, memalukan, atau bahkan aib. Menangis adalah prose alami yang tentu pernah terjadi pada setiap manusia. Bahkan binatang pun bisa menangis pada saat tertentu. Oleh karena menangis adalah hal yang alami, maka pada tulisan ini saya akan ungkapkan kenapa menangis boleh terjadi pada siapa saja.

Menangis merupakan respon manusiawi secara fisik akibat reflek atau emosi yang muncul saat seseorang mengalami suatu peristiwa. Dalam pengetahuan biologi, menangis adalah keluarnya air mata dari kelenjar mata yang menyebabkan mata berair. Kelenjar bening yang keluar dari mata ini yang kita namakan air mata. Air mata yang keluar tersebut sebenanrnya juga ada manfaatnya. Secara biologi, air mata yang keluar tadi bisa berfungsi sebagai lubrikasi. Seperti halnya mesin mobil yang juga memerlukan oli sebagai lubrikasi. Tanpa adanya kelenjar tersebut mata bisa kekeringan. Akibatnya tentu mata akan manjadi kering yang nantinya bisa berdampak pada kebutaan.

Selain itu, menangis selalu identik dengan rasa sedih. Saat bayi atau manusia hadir ke dunia juga menangis. Pertanyaanya apakah karena mereka bersedih? Menurut filosofi para pendahulu kita, bayi menagis ke dunia memang bersedih. Mereka bersedih karena berarti harus menjalani kehidupan dan berjuang sendiri. Sementara ketika masih berada dalam kandungan semua kebutuhannya akan terpenuhi oleh Sang Ibu.
Di sisi lain, bayi menangis bisa menjadi indikator bahwa bayi terlahir dengan selamat. Oleh karena itu bayi yang lahir dengan tangisan akan mendatangkan tawa bahagia bagi ibunya. Hal ini karena ibu yang selama sembilan bulan mengadungnya merasa terbebas dari rasa sakit dan khawatir. Walaupun secara ilmiah bayi menangis disebabkan adanya perubahan fisik.

Selama dalam kandungan seorang bayi menerima oksigen dari ibunya. Paru-paru belum terbuka secara sempurna saat berada dalam kandungan. Pernapasan bayi tergantung pada ibunya melalui peredaran darah. Bayi juga menerima makanan dan bernapas dari ibunya melalui placenta. Ketika bayi baru dilahirkan, bayi mengambil napas untuk pertama kalinya melalui perubahan peredaran darah. Pada saat menangis ini, akan membantu membuka sirkulasi untuk mengirim oksigen ke dalam paru-paru. Dengan cara menangis tersebut paru-paru akan terbuka untuk menerima oksigen hingga bayi bisa bernapas dengan leluasa.

Dengan demikian secara ilmiah menangis sangat perlu khususnya bagi seorang bayi yang baru lahir. Nah, bagaimana dengan kita yang sudah dewasa? Masih bolehkah kita menangis? Tentu jawabannya pun boleh. Menagis merupakan salah satu cara menyalurkan perasaan. Pada saat bersedih kita menangis, tentu tujuannya agar segala beban di hati ikut mengalir bersama air mata keluar dari diri kita. Dengan kata lain saat kita sedih, kecewa, frustrasi atau bahkan marah, jika kita bisa menangis pasti setelahnya akan merasa lega. Seolah seluruh beban di hati ikut mengalir bersama air mata tadi. Kini yang terasa tinggal rasa plong dan ringan Walaupun tidak jarang kita juga bisa menangis saat kita tertawa karena gembira.

Nah, gimana teman-teman? Punya beban yang berat dan serasa tidak sanggup memikulnya? Bolehlah menangis dahulu sebelum akhirnya nanti menemukan orang yang tepat untuk menuangkan segala beban. Satu hal yang harus diingat, “Janganlah mengemukakan beban hati ke sembarang orang, tetapi pilihlah orang yang tepat dan bijaksana. Masalahnya kalau kita salah pilih orang, bukan masalah yang kita hadapi selesai tapi bisa jadi… semakin runyam!” Hehehe…

salam-AST 1022025

foto : http://assets.jaringnews.com/

3 Komentar

  1. Avatar

    Saya juga menangis ketika nilai ulangan merah hehehe…

  2. Avatar
    katedrarajawen

    jadi ingin nangis nih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.