[LOMBA] Remaja + media sosial = ?

banner lomba menulis290Remaja di era globalisasi ini tumbuh dengan internet di ujung jari mereka. Baik dari kalangan atas atau pun kalangan bawah mereka berasal semuanya mengenal apa itu internet. Internet bahkan sudah menjadi makanan pokok yang wajib bagi remaja dewasa ini, tanpa internet remaja seakan galau dan tak bisa menikmati hidup. Bahkan satu menit pun mereka tak rela untuk melepaskan gadget mereka yang digunakan untuk mengakses internet terutama situs media sosial.

Media sosial yang ada pada saat sekarang ini umumnya digunakan oleh kalangan remaja untuk membicarakan seputar kehidupan mereka, tanpa terkecuali kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan sehari-hari. Bahkan tak jarang sebagian dari mereka juga ada yang menggunakan media sosial sebagai ajang untuk menunjukan eksistensi diri. Namun di sisi lain masih terdapat pula remaja yang memanfaatkan media sosial untuk mengkritik, berdiskusi atau bahkan menemukan suatu peluang bisnis baru.

Lewat sebuah media sosial siapapun orangnya dapat dengan mudah saling berinteraksi meskipun terlampau pada jarak yang sangat jauh. Juga dapat saling berkenalan, meskipun tanpa mengetahui latar belakang sebelumnya. Seseorang remaja biasanya saling berinteraksi dengan teman dimedia sosialnya, entah dengan teman lama ataupun dengan seseorang yang baru dikenalnya. Mereka awalnya saling menyapa tapi lambat laun keakraban terjalin mereka saling memberikan data pribadi mereka seperti nomor telepon, alamat rumah dan bahkan hal lain yang tidak seharusnya di diberikan terutama kepada seseorang yang baru dikenal.

Para remaja yang umumnya masih terbilang labil terkadang tidak memikirkan akibat dari hal tersebut. Mereka secara sukarela memberikan semua informasi tentang diri mereka, yang mereka rasakan hanya rasa senang karena telah berkenalan dengan orang baru yang dengan kata lain mernambah daftar nama teman yang mereka miliki. Sudah banyak contoh kasus yang terjadi dalam masyarakat. Penggunaan media sosial biasanya mengarah pada pertemuan. Bila diperkirakan 3 dari 10 pengguna media soasial akan mengalami stress atau bahkan perlakuan asusila ketika bertemu langsung dengan seseorang yang baru mereka kenal dari mediia sosial. Selain itu, banyak juga kejahatan yang terjadi akibat terlalu banyaknya informasi yang dibagi di media sosial. Termasuk contoh kasus tentang seorang remaja yang kemasukan perampok di rumahnya hanya karena menulis “lagi sendiri dirumah, orang tua keluar kota” pada media sosial

Memang hal seperti itu merupakan dampak negatif yang harus dengan segera ditangani. Tapi tidak serta merta kita langsung begitu saja menyalahkan media sosial akan hal tersebut. Kembali lagi, Semua itu tergantung pada penggunanya.

Terdapat contoh kasus lain sehubungan dengan media sosial tentang seorang remaja yang mencoba bunuh diri karena mengalami depresi. Sebelum melakukan tindakan tersebut, seorang remaja itu menceritakan terlebih dahulu kepada teman dimedia sosialnya bahwa Ia depresi dan ingin melakukan bunuh diri. Dan ketika temannya itu tahu dia langsung menghubungi kerabat dari remaja tersebut. Kerabat dari remaja tersebut langsung menuju rumah remaja itu, dia melihat remaja itu sedang tergeletak dengan mulut berbusa karena overdosis. Tanpa pikir panjang saudarnya itu langsung membawa remaja itu kerumah sakit dan beruntung remaja itu masih bisa diselamatkan. Dari hal tersebut kita dapat mengetahui bahwa secara tidak langsung media seseorang dapat menyelamatkan nyawa seorang remaja yang ingin bunuh diri.

Untuk itulah remaja + media sosial = ? tergantung bagaimana remaja itu menggunakannya. Dan bagi para orangtua yang memiliki anak remaja sebaiknya selalu mengawasi tingkah laku anak-anaknya. Jangan hanya karena sibuk dengan pekerjaan, para orangtua lalai akan anak-anak remaja mereka. Perlu di ingat bahwa masa remaja adalah masa yang labil, mereka susah dalam menentukan sesuatu untuk itulah dibutuhkan figur dari orangtua yang bisa membimbing.

Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.