[LOMBA] SOSMED = SOULMATE?

banner lomba menulis290Semakin majunya zaman, semakin maju pula berbagai bidang kehidupan. Salah satu bidang yang selalu mengalami kemajuan setiap saat adalah bidang teknologi. Di zaman yang serba canggih ini, majunya teknologi tentu membuat pola pikir manusia juga berubah semakin canggih. Bukti dari canggihnya pola pikir manusia adalah banyaknya peminat media sosial. Media sosial atau yang lebih sering disebut “sosmed”, kini telah menjadi “soulmate” bagi manusia, terutama para remaja. Kehadiran media sosial tentu membawa berbagai dampak. Apalagi bagi para remaja yang masih berada di usia labil. Lalu, dampak apa saja yang ditimbulkan oleh kehadiran media sosial?

Para remaja yang telah mendominasi penggunaan media sosial cenderung belum bisa membatasi diri akan dampak negatif dari penggunaan media sosial. Media sosial memang tidak sepenuhnya buruk bagi para penggunanya, tapi ada baiknya kita menggunakan media sosial secara bijaksana agar dapat meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan. Berbicara tentang dampak negatif, akibat media sosial, para remaja yang seharusnya mampu berinteraksi dengan orang lain secara langsung, cenderung lebih memilih untuk berinteraksi menggunakan media sosial. Hal ini membuat para remaja lebih sering menyibukkan diri dengan media sosial yang mereka gunakan. Sehingga, timbul sikap individualisme, dan acuh tak acuh pada lingkungan sekitar. Mereka akan menjadi lupa diri dan menganggap bahwa dunia maya lebih penting dari pada dunia nyata. Para remaja lebih suka menjalin pertemanan dengan pengguna lain di media sosial, yang tidak bisa dijamin keaslian identitasnya. Kecerobohan macam ini yang sering menimbulkan berbagai kasus kejahatan di dunia maya. Padahal, seharusnya para remaja seharusnya memperkaya teman di dunia nyata, yang sudah pasti bisa dipastikan sosoknya bahkan identitasnya.

Dampak dari penggunaan media sosial juga merambah aspek kesehatan. Para remaja pengguna media sosial pasti sering menggunakan gadget mereka untuk up date. Mereka bahkan seperti tak ingin lepas dari gadget, dan tak bisa hidup tanpa gadget. Padahal penggunaan gadget yang berlebihan dapat membuat kesehatan mata menjadi terganggu. Radiasi yang dipancarkan oleh gadget juga akan mempengaruhi pertumbuhan sel-sel tubuh, sehingga membawa dampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Selain kesehatan, media sosial juga membawa dampak buruk bagi aspek ekonomi. Remaja akan menjadi lebih konsumtif dan boros. Mereka rela mengeluarkan uang puluhan hingga ratusan ribu per bulan untuk aktifasi paket agar dapat selalu up date di media sosial. Para remaja selalu ingin dianggap gaul, sehingga rela mengeluarkan uang yang cukup besar. Kalau mereka sedang kehabisan uang, pasti yang akan menjadi korban adalah orang tua. Yang lebih parah, demi predikat gaul, para remaja berusaha keras meminta pada orang tua mereka, agar bersedia membelikan gadget baru. Akibatnya, para remaja cenderung memiliki sikap pamer, sombong, tidak bersyukur, dan iri pada orang lain. Sikap ini lah yang perlu kita perangi agar tidak merusak moral para remaja penerus bangsa.

Bagi para remaja, selalu tampak up date adalah suatu keharusan. Hal itu lah yang mendorong mereka menggunakan berbagai macam media sosial, tanpa memikirkan akibat buruk yang akan mereka terima. Menggunakan media sosial memang tidak sepenuhnya membawa dampak negatif. Jika digunakan secara bijaksana, media sosial juga bisa memberi dampak baik atau manfaat bagi para penggunanya. Sesuai namanya, media sosial dapat menjadi sarana sosialisasi berbagai informasi. Sehingga, para remaja bisa mendapat tambahan ilmu, dan tidak ketinggalan informasi agar tidak dicap “kudet” alias kurang up date. Media sosial juga bisa digunakan sebagai sarana mencari teman, asalkan hati-hati dan selektif dalam memilih. Media sosial juga bisa menjadi sarana publikasi kreatifitas remaja. Misalnya, para remaja menggunakan media sosial mereka untuk upload video, foto, atau artikel yang bermanfaat, menginspirasi, dan menghibur orang lain. Selain itu, media sosial juga bisa digunakan untuk media usaha, seperti online shop.

Kesimpulannya, segala hal yang digunakan secara berlebihan akan membawa dampak buruk bagi penggunanya. Media sosial yang digunakan secara berlebihan pasti akan berdampak negatif bagi penggunanya. Akan tetapi, penggunaan media sosial secara bijaksana akan menguntungkan penggunanya. Jadi, jangan biarkan dunia maya menguasai dunia nyata anda. Maka dari itu, para remaja harus pandai mengendalikan diri dalam menggunakan media sosial, agar “sosmed” bisa menjadi “soulmate”.

7 Komentar

  1. Admin

    Bagi semua peserta lomba, jangan lupa memasang foto profil. klik https://www.duniadiksi.com/ubah-profil-foto-profil

  2. Avatar
    Sonya Dwikita

    Yap!

  3. Avatar
    Sonya Dwikita

    Betl sekali, apalagi bagi para remaja yang masih labil 🙂

  4. Avatar
    Sonya Dwikita

    Jadi, di opini ini memang tidak hanya mengulas sisi negatif media sosial, tapi juga sisi positifnya juga 🙂

  5. Avatar

    Bagus judulnya. Kesannya tidak selalu menganggap media sosial sebagai hal yang buruk.

  6. Avatar
    Brama Ndaru Putra Dewa

    betul. jadi kita harus pintar menyikapi adanya media social…

  7. Avatar
    Marya Monica Margareta

    setuju, kalau media sosial digunakan dengan bijaksana pasti ada segi positivenya. 🙂

Tinggalkan Balasan ke Marya Monica Margareta Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.