[LOMBA] REMAJA REMAJA REMAJA

banner lomba menulis290Media sosial? Siapa sih yang nggak tahu? Entah itu facebook, twitter, instagram, google, atau apa pun itu, hampir semua remaja sekarang pasti punya minimal satu akun media sosial di dunia maya. Selain karena memang perkembangan teknologi informasi yang memang sudah sangat amat sangat maju di abad modern ini, banyak faktor lain yang juga membuat media sosial sangat dekat dengan kehidupan remaja. Bahkan pada beberapa remaja, media sosial bisa jadi lebih dekat dengan mereka dibandingkan dengan keluarga. Yah, media sosial sudah menjadi kebutuhan rupanya.

Khususnya remaja yang masih duduk di bangku sekolah, media sosial bagi mereka bisa jadi merupakan salah satu sarana agar dapat menikmati masa sekolah dengan lebih nyaman. Lebih nyaman bagi setiap remaja tentu berbeda. Ada yang menganggap media sosial adalah sarana yang dapat membuat proses belajar mereka lebih nyaman. Kok bisa sih? Yah, di abad modern dengan berbagai kemajuan teknologi informasi ini, ada berbagai kemudahan bagi mereka untuk mendapatkan akses sumber belajar yang dapat dimanfaatkan. Kemudian, prestasi dapat ditingkatkan, baik akademis maupun non akademis. Inilah generasi muda yang mampu memanfaatkan peluang, karena mereka menyadari bahwa persaingan di jaman globalisasi haruslah berbekal kemampuan untuk memanfaatkan segala kemudahan yang ada. Lain halnya dengan remaja di bangku sekolah yang justru entah disengaja atau tidak, mengabaikan manfaat kemajuan teknologi ini, khususnya media sosial sebagai penunjang proses belajar.

Bagi remaja yang mungkin sampai saat ini belum mampu menggunakan media sosial sebagai sarana penunjang belajar, tentulah mereka mempunyai alasan. Dari berbagai sudut, mungkin lingkunganlah yang paling berpengaruh. Mengapa lingkungan? Lingkungan bagi remaja ada dua sisi, yang pertama adalah lingkungan yang tampak, misalnya keluarga, teman sekolah, atau teman bermain. Lingkungan yang kedua adalah lingkungan yang tak tampak atau lingkungan emosional. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di umur remaja adalah saat di mana mereka ingin menemukan yang namanya jati diri. Dengan berbagai pertimbangan, media sosial bagi mereka juga merupakan sarana untuk menemukan jati diri. Misalnya, dalam media sosial facebook, inilah awal pijakan bagi remaja untuk menentukan pemilik akunnya itu akan tampak seperti apa, mulai dari nama akun, foto profil yang dapat dilihat publik, sampai status yang katanya menggambarkan opini ataupun perasaan mereka. Semua itu merupakan teman di keseharian mereka untuk menemukan jati diri, mungkin.

Dan dari media sosial juga, berbagai permasalah remaja muncul. Misalnya kasus penculikan remaja oleh pelaku yang ia kenal dari media sosial. Dalam hal ini, peran orangtua atau lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengendalikan remaja dari berbagai contoh tindak kejahatan yang pernah dan seharusnya tidak terjadi. Sudah sepatutnya kita bisa belajar dari berbagai contoh kejadian yang sering muncul di pemberitaan publik.

Terlepas dari semua faktor yang menyebabkan remaja sekarang begitu dekat dengan yang namanya media sosial, peran lingkungan sangat berpengaruh untuk pengendalian tindakan yang dikhawatirkan akan mengarah pada hal yang negatif. Sebagai orang dewasa, khususnya orang tua, jangan hanya menyalahkan remaja yang sudah terlanjur jatuh hati pada media sosial. Pelajarilah bagaimana membuat remaja bisa lebih tertarik dengan lingkungan di sekelilingnya dan mendidik mereka agar lebih peka atau mempunyai jiwa simpati dan empati kepada sesama. Dan sebagai remaja, sudah seharusnya kita memanfaatkan kemajuan teknologi informasi di abad modern ini untuk menunjang kemajuan kualitas hidup di keseharian kita, misalnya untuk sarana belajar. Jika memang belum bisa memanfaatkannya untuk hal yang positif, setidaknya jangan gunakan media sosial untuk hal yang negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.