[LOMBA] Remaja, Sikap dan Media Sosial

banner lomba menulis290Pada era globalisasi ini, media sosial seolah sudah menjadi “nafas” dalam kehidupan di masyarakat, terutama di dalam lingkup kehidupan remaja usia sekolah. Media sosial atau yang sering disingkat dengan nama medsos atau sosmed ini telah menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi remaja, terutama yang tinggal di wilayah perkotaan. Hal ini dibuktikan dengan sifat kecanduan para remaja terhadap gadget yang disini berperan sebagai pengantar medsos. Salah satu bentuk gadget yang paling praktis saat ini adalah HP(Hand Phone). Mulai dari mereka membuka mata sampai mereka kembali tertidur, HP tidak akan lepas dari aktivitas yang mereka lakukan selama satu hari. Sehingga akhirnya tanpa disadari, segala aktivitas yang dilakukan selalu dikaitkan dengan HP.

       Ketika melihat fakta di kehidupan nyata, medsos ternyata sudah menimbulkan banyak sekali dampak kepada kehidupan masyarakat. Baik dari segi positif maupun dari segi negatif. Dari segi positif, hal-hal yang berkaitan dengan medsos ini secara tidak langsung mulai membuka wawasan para remaja. Bukan hanya wawasan yang terbatas oleh lingkup ilmu pengetahuan saja, namun wawasan pertemanan juga akan ikut meluas. Hal ini disebabkan karena luasnya jaringan yang dimiliki medsos, sehingga batas-batas fisik antar suatu wilayah bukanlah menjadi penghalang untuk saling berkenalan dan berhubungan sosial. Di samping menambah wawasan, medsos juga menyebabkan para remaja tidak ketinggalan berita. Ketinggalan berita pada era global merupakan salah satu letupan kecil di masyarakat yang akan menjadi kasus tragis. Alasannya adalah apabila seorang remaja ketinggalan sebuah informasi, maka dia kurang mampu memperluas wawasan kemasyarakatannya. Sedangkan dalam segi masyarakat, dia akan dianggap kurang ‘gaul’ dan hal ini juga bisa menyebabkan dia sebagai remaja dinilai kurang berwawasan. Padahal remaja yang baik adalah yang mampu membuka jendela wawasan seluas-luasnya guna membangun bangsa dan negara.

      Walaupun sudah menghasilkan banyak dampak positif yang tersirat, namun suatu peristiwa dalam kehidupan bak mata uang. Mereka akan selalu memiliki dua sisi. Setelah dipertimbangkan, sisi negatif dari medsos ini rupanya lebih banyak. Yang pertama adalah terbuangnya waktu sia-sia. Alasan pendukung opini tersebut adalah tersitanya waktu hanya untuk berurusan dengan medsos akan sangat merugikan remaja usia sekolah, misalnya membalas komentar di medsos, memberi like, atau bahkan mendiskusikan hal-hal yang sangat panjang padahal belum tentu diskusi tersebut mendatangkan manfaat, selain itu mereka yang terlalu sibuk di dunia medsos akan kurang memperhatikan pendidikan dan prestasi yang seharusnya mereka kejar untuk kebaikan masa depan mereka.Yang kedua adalah hilangnya rasa kepedulian terhadap lingkungan di dunia nyata. Sebagai contoh, ketika ada panggilan orang tua namun mereka sedang sibuk dengan medsos, maka mereka tidak langsung datang dan memenuhi panggilan tersebut. Atau di segi lain, apabila nampak lingkungannya kotor namun mereka masih sibuk dengan medsos maka perhatian mereka akan tetap menuju pada medsos tersebut. Hal ini tidak baik, karena dapat menimbulkan rasa individual serta rasa acuh yang berkelanjutan. Terakhir, para remaja cenderung belajar melalui medsos dan segala opini yang terkandung di dalamnya. Padahal seharusnya, sebagai seorang anak para remaja masih berguru kepada orang tua, dimana orang tua telah memiliki banyak pengalaman. Yang ditakutkan adalah ketika mereka tidak mengetahui siapa penulis opini tersebut, bisa jadi opini tersebut hanyalah karangan remaja yang seusia mereka dengan pengalaman hidup yang masih terbatas, karena identitas pada media sosial ini dapat dengan mudah disamarkan, sehingga kita tidak tahu siapakah menulis sebenarnya dari sebuah informasi.

       Sebuah media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path dan lain sebagainya, memang menjadi sebuah pengantar yang baik untuk remaja masa kini. Namun, apabila remaja tidak mampu mengendalikan dirinya dengan kembali ke kaidah agama yang dianut. Maka mereka dapat terjerumus ke arah yang salah. Untuk mengatasinya, orang tua akan sangat berperan. Dengan semakin disibukkannya orang tua dengan pekerjaan, diharapkan mereka masih mengontrol anaknya dalam penggunaan medsos. Karena usia remaja adalah usia pencarian jati diri, bila tidak didasari dengan pendidikan keluarga yang tepat, maka remaja tersebut bisa kehilangan kesempatan untuk mencari jati diri yang sebenarnya. Dengan kehadiran medsos di lingkup remaja, para remaja diminta untuk lebih selektif lagi dalam memilih informasi dan menyerapnya. Hendaknya para remaja juga berpikir dua kali sebelum menyerap informasi tersebut. Karena, informasi yang sudah diserap secara tidak langsung akan disampaikan ke lingkup masyarakat. Kalau informasi yang disampaikan benar, maka masyarakat akan mendapat keuntungan dari informasi tersebut. Sedangkan apabila informasinya adalah salah, maka kerugian yang dihasilkan juga akan berdampak pada kemajuan cara berpikir bangsa walaupun hal tersebut hanya dimulai dari pola pikir masyarakat-masyarakat dalam jangkauan kelompok yang tidak besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.