Pengabdian seorang Guru

Beberapa waktu yang lalu,  di salah satu jejaring sosial pernah ada berita tentang seorang guru bernama Pak Maman yang walau beliau sudah berusia sepuh tapi tetap setia mengabdi menjadi guru, terlepas dari keprihatinan banyak orang karena di usia segitu pak Maman masih menjadi guru Honorer dan tidak bisa menjadi guru PNS, saya merasa salut dan bangga bahwa masih ada sosok guru yang ikhlas dan tanpa pamrih dalam mendidik murid-muridnya,,ini saya ambil beritanya dari kemendikbud RI :

Kota Bekasi—Panggilan hati untuk mendidik bisa datang kepada siapa saja. Tak terkecuali bagi Maman Supratman, guru honorer yang mengabdi di SMPN 17 Kota Bekasi. Di usianya yang sudah 74 tahun dia tetap semangat menularkan ilmunya kepada murid-muridnya.
Di sekolahnya, Maman mengajar mata pelajaran kesenian khususnya seni musik angklung. Tidak hanya itu, dia juga mengajar seni rupa. “Saya juga mengajar elektro pada mata pelajaran fisika,” kata Maman usai mengajar angklung di SMPN 17 Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/12/2014).
Kemampuannya bermusik didapatnya secara otodidak. Setelah keluar sebagai karyawan di pabrik kertas pada tahun 1970, dia pergi ke daerah Jatiluhur, Jawa Barat. Dia melihat banyak bambu hitam di daerah itu dan berinisiatif membuat alat musik angklung. “Saya akhirnya bisa membuat alat musik arumba, angklung, dan kulintang,” katanya.
Sementara, kemampuannya di bidang fisika diperolehnya saat menempuh kuliah B1 IPA setara diploma satu pada tahun 1960 di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Maman mengisahkan, saat dia pertama kali mengajar di sekolah ini tidak ada teknisi gedung. “Saya merangkap di bagian gedung dan listrik karena tidak ada orang,” ujarnya.
Ketika upacara bendera di sekolah pada hari Senin, Maman juga menjadi pengiring lagu Indonesia Raya. “Pak Maman mengiringi dengan organ. Dia tidak pernah terlambat,” kata guru mata pelajaran bahasa Indonesia, Sukamto.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyampaikan apresiasi kepada Maman. Menurut dia, Maman dapat dijadikan teladan bagi para peserta didik. “Apa yang dikerjakan Pak Maman ini dihargai berapa pun tidak ternilai karena kemuliaan itu tidak bisa dirupiahkan,” katanya saat berkunjung ke SMPN 17 Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/12/2014).
“Nanti kalau sudah jadi orang kalian ingat guru di sini ya. Ingat Pak Maman karena kalau adik-adik ingat dan doakan, Insya Allah menjadi aliran pahala buat mereka,” pesan Menteri Anies kepada siswa di sekolah itu.
Maman menjadi perbincangan di media sosial facebook setelah pemilik akun Sukamto MPd mengunggah cerita tentang Maman di akun facebooknya. Dia mengunggah profil Maman disertai foto saat mengenakan seragam PGRI pada 25 November lalu, yang bertepatan dengan peringatan Hari Guru. (Agung SW/foto:Ridwan Maulana)

Akhir kata saya berharap semoga kalian tambah menghargai dan dapat mengambil teladan dari seorang guru yang sederhana dan bersahaja seperti pak Maman ini, mungkin dialah sosok tokoh Oemar Bakrie yang sebenranya,,

Sumber berita dan gambar : www.facebook.com/kemdikbud.RI/

2 Komentar

  1. Avatar

    masih banyak koq pak Katedra guru seperti beliau (pak Maman) cuma tidak terekspos,,

  2. Avatar
    katedrarajawen

    Jadi pengen punya guru kayak Pak Maman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.