Sekolah Inklusi

inklusiPernah tidak kalian mendengar jenis sekolah ini ? walaupun masih terbilang baru dan belum lama, jenis sekolah ini sudah dikembangkan pemerintah, Sekolah Inklusi ini adalah Sekolah Perpaduan antara Sekolah Luar Biasa dan Sekolah umum, lebih tepatnya Sekolah Inklusi adalah Sekolah Reguler yang menerima murid berkebutuhan khusus, yang biasa disebut ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus ) sebagai muridnya.

Pasti kalian berpikir koq bisa ? bukannya dari segi kebutuhan saja berbeda ? nah, maka dari itu untuk membuat sekolah Inklusi tidak gampang, ada campur tangan dari pemerintah untuk menentukan sekolah reguler mana yang bisa dijadikan sekolah Inklusi. Menjadikan sebuah sekolah reguler menjadi Inklusi membutuhkan SDM yang lebih berkualitas, makanya di sekolah Inklusi mengenal istilah Guru Pendamping untuk ABK, wajar karena bayangkan kalau hanya satu guru biasa harus mengatasi anak ABK dan non ABK tentunya akan keteteran, sementara ABK kan harus ada pendampingan khusus. Setahu saya, minimal dalam satu kelas ada satu wali kelas dan satu Guru pendamping, itupun tergantung jumlah ABk yang ada dalam satu kelas itu.

Sampai sejauh ini setahu saya lagi, jumlah sekolah Inklusi khususnya di jakarta timur sangat sedikit, hanya beberapa sekolah swasta yang menjadikan sekolahnya sekolah Inklusi, untuk yang Negeri saya masih searching. Untuk menjadi guru pendamping ABK juga tidak gampang, sebenarnya sih guru biasa juga bisa, tapi akan lebih baik dan maksimal kalau guru pendamping memiliki background Pendidikan khusus ABK, supaya mereka bisa lebih memahami jenis ABK dari anak yang didampinginya serta cara menanganinya.

Untuk sekolah Inklusi sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan, Kelebihannya sekolah tersebut berhasil membuat anak non ABK menjadi lebih toleran dan menghargai anak ABK, serta membuat anak ABK menjadi lebih bisa beradaptasi dengan anak non ABK. kelemahannya adalah dengan penerapan kurikulum pembelajaran yang disamakan dengan anak non ABK membuat anak ABK jadi mengalami kesulitan penyesuaian belajarnya, tapi sebenarnya hal itu bisa diatasi dengan adanya pendampingan dari guru pendamping,,

Akhir kata semoga semakin banyak sekolah Inklusi yang berkembang di Indonesia untuk dapat memajukan pendidikan, sekian artikel dari saya, mohon maaf kalau ada kekurangan,, ketemu lagi lain waktu..

sumber gambar : inklusibb.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.