Oemar Bakrie

oemar bakrieSaat membuat artikel ini saya bingung, sebenarnya tokoh ” oemar bakrie ” ini nyata tidak sih ? soalnya kalau dibilang fiktif koq sudah terkenal banget bahkan menjadi jargon di dunia pendidikan, tapi kalau dibilang nyata koq tidak ada satupun info yang saya dapat dari mbah Google tentang biografi ataupun autobiografi tentang dia ya ? hhmm,,

Setelah saya searching, kayaknya emang tokoh ini hanya ada di lagu milik Iwan Fals,, berarti kalau lagu fiktif dong itu tokoh ?? tapi kenapa lirik – lirik dari lagu itu seakan menghidupkan tokoh ini ? berikut liriknya :

Tas hitam dari kulit buaya
Selamat pagi berkata bapak Umar Bakri
Ini hari aku rasa kopi nikmat sekali

Tas hitam dari kulit buaya
Mari kita pergi memberi pelajaran ilmu pasti
Itu murid bengalmu mungkin sudah menunggu

Laju sepeda kumbang dijalan berlubang
Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang
Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang
Banyak polisi bawa senjata berwajah garang

Bapak Umar Bakri kaget apa gerangan?
“Berkelahi pak!” jawab murid seperti jagoan
Bapak Umar Bakri takut bukan kepalang
Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut (Bakri kentut)
cepat pulang

Busyet… standing dan terbang

Umar Bakri Umar Bakri
Pegawai negeri
Umar Bakri Umar Bakri
Empat puluh tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati

Umar Bakri Umar Bakri
Banyak ciptakan menteri
Umar Bakri
Profesor dokter insinyurpun jadi
(Bikin otak orang seperti otak Habibie)
Tapi mengapa gaji guru Umar Bakri
Seperti dikebiri

Bakri Bakri
Kasihan amat loe jadi orang
Gawat

Hmm,,, setelah saya baca,,, liriknya sama seperti penggambaran guru – guru saya zaman dulu, ada guru saya persis seperti penggambaran lagu di atas, setiap hari naik sepeda kumbang, seorang guru yang sudah sepuh tapi tetap mengajar, saking terkenalnya itu guru sampai alumni di atas saya juga saat ditanya siapa guru yang dia ingat, dia menjawab cuma bapak guru dengan ciri khas sepeda kumbang itu,,

Kalau masalah nasib, ya semua emang sudah ada yang ngatur, toh apapun keadaannya mereka tetap dengan keprofesionalan mereka mengabdi mengajarkan dan mendidik siswa dengan setulus hati dan tanpa pamrih,,

Jadi sebenarnya tokoh ” Oemar Bakrie ” ini dapat saya simpulkan adalah nyata, menggambarkan keadaan guru – guru baik dari masa lalu, sekarang maupun mungkin di masa datang tetap akan ada, ya cuma beda masa, kalo dulu sepeda kumbang, sekarang angkot hehee,,,

Sekian dulu dari saya, maaf kalau ada kesalahan penulisan,, disambung lain waktu,,

foto : www.islampos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.