QUIZ GOCAPAN II

quiz2   Amati gambar diatas, apa pendapat kalian tentang gambar tersebut. 3 pendapat yang paling menarik, akan mendapatkan hadiah masing masing berupa : BUKU TULIS dan UANG JAJAN Rp. 50.000,-

Quiz ditutup pada hari Minggu, 4  Januari 2015 jam 24.00 WIB Keputusan Pemenang Quiz tidak dapat diganggu gugat. Hadiah akan dikirim kepada pemenang melalui pos ke alamat sekolah.

Bagi 10 peserta pertama, masing masing akan memperoleh hadiah langsung berupa buku tulis dari DuniaDiksi

Catatan : Quiz ini khusus untuk anak-anak pelajar SD, SMP dan SMA

Silakan mengisi form dibawah ini :

Bagi yang belum punya username, daftarkan diri kamu disini

QUIZ TELAH DITUTUP

Pemenang :

1. DD’ers : Andri Imanudin
Sekolah : SMA N 1 BREBES
Kelas : XII

2. DD’ers : Dimas Khairul Fajri
Sekolah : SMA Negeri 9 Kota Bekasi
Kelas : XII IPS 2

3. DD’ers : lina nurhanifah
Sekolah : SMK Negeri 1 Purwokerto
Kelas : XII Farmasi 2

Hadiah akan dikirim melalui alamat sekolah.
Peserta lainnya masing masing memperoleh hadiah buku tulis.

Ikuti QUIZ GOCAPAN III.., tunggu sesaat lagi..

8 Komentar

  1. Admin

    DD’ers : Andri Imanudin
    Sekolah : SMA N 1 BREBES
    Kelas : XII

    pada gambar diatas ter-gambar bahwa banyak sekali para pejabat kita yang duduk di
    bangku pemerintahan mengatas nama kan rakyat kecil, tetapi pada kenyataannya
    tidaklah seperti itu. Mereka hanyalah mencari kekuasaan semata. mereka semua mencari
    jabatan, pangkat untuk memmakmurkan kehidupan mereka sendiri. sungguh ironis, para
    petinggi-petinggi di negeri ini

  2. Admin

    DD’ers : badar murokobah
    Sekolah : SMA Negeri 1 CITEUREUP
    Kelas : X (Sepuluh)

    Keserakahan orang – orang saat ini demi mencari apa yang menjadi dambaannya di dunia
    yang fana ini, haus akan jabatan yang dianggapnya akan membawa dirinya kepada puncak
    kepopularitas demi merauk untung yang sebesar besarnya dari hasil rampasan yang
    mereka tahu itu bukan hak nya. tapi nafsu mendorongnya melakukan apapun tak peduli
    itu didapatnya dengan cara halal maupun haram yang sekiranya akan merugikan orang
    lain bahkan tanah yang diinjakinya sekalipun yairu negara mereka sendiri. Mereka tak
    sadar apa yang dimakannya adalah hak mereka yang menjadi tangguhannya. Praktek KKN
    di indonesia semakin menjadi jadi, para pejabat yang diberikan amanah tak lagi ingat
    janji janjinya, akan visi-misi nya, buayan manis nya dihadapan para rakyatnya bukan
    tidak ada upaya dari pemerintah, negeri ini punya KPK. Namun KPK itu komisi
    pemberantasan korupsi bukan komisi pemberantasan koruptor

  3. Admin

    DD’ers : Muhammad Mirza Irfan Bareza
    Sekolah : MA Muhammadiyah 02 Pondok Modern Paciran Lamongan
    Kelas : XII

    Tikus identik dengan mencuri. Pantaslah, memang tak memiliki akal. Tikus berdasi
    beda lagi. Memiliki akal namun, identik dengan mencuri. Bertopeng wajah manusia
    manusia, mengenakan jas rapi dengan dasi serta sepatunya. Namun, tikus tetap tikus.
    Kemasan boleh manusia, mentalnya mental tikus, mencuri. Orang kecil dianggap tak
    mengerti apa-apa. Senyam-senyum, lambai tangan sana-sini seakan tak berdosa. Tikus.

  4. Admin

    DD’ers : Dimas Khairul Fajri
    Sekolah : SMA Negeri 9 Kota Bekasi
    Kelas : XII IPS 2

    Gambar tersebut menunjukan perbandingan antara anak kecil yang sedang bermain dengan
    seseorang yang sedang membawa koper berisi uang.
    Digambarkan anak kecil yang sedang bermain mobil-mobilan yang terbuat dari kulit
    jeruk, gambar ini menunjukkan kepolosan dan ketulusan. Maksudnya, anak kecil
    tersebut tetap bermain walaupun hanya dengan mobil-mobilan yang dibuatnya dari kulit
    jeruk.
    Gambar kedua menunjukkan seseorang –atau lebih tepatnya seekor tikus yang bertopeng
    manusia- yang membawa koper berisi uang. Ini adalah gambaran seorang koruptor
    (terlepas apakah dia seorang politikus, pengusaha, pegawai pemerintah, dll) yang
    rela melakukan apapun demi jabatan yang diincarnya termasuk cara-cara kotor
    sekalipun, yaitu dengan menyuap.
    Lalu, apa hubungan kedua gambar tersebut?
    Terkadang kita sebagai manusia sering lupa bahwa ketika nafsu sudah menguasai diri,
    kita akan memiliki sifat dan naluri tak ubahnya seperti binatang; tak bisa berpikir
    sehat, mencuri, berbuat jahat, dan lainnya. Kita mungkin harus mengingat dan belajar
    kembali dari seorang anak kecil, yaitu bagaimana mereka dengan tulusnya bermain
    dengan mainan yang mereka buat walaupun hanya dari kulit jeruk. Karena saya yakin,
    pada intinya kebahagiaan itu bisa didapatkan dari mana saja, bahkan dari hal
    terkecil sekalipun.

  5. Admin

    DD’ers : anif istiana
    Sekolah : MTs Nurul Huda Dempet,Demak
    Kelas : VIII

    1. orang korupsi ( koruptor )
    2. orang yang lari dari tanggung jawab
    3. ketika seorang pemimpin yang sudah dipilih oleh rakyat untuk mewakili aspiranya
    di pemerintahan seharusnya melakukan tanggung jawabnya atas tugasnya , bukan untuk
    menggunakan hal kebodohannya karena harta. pemimpin tugasnya tidak untuk korupsi
    uang rakyat dan melarikan diri dari tugasnya tapi melaksanakan tugas untuk
    kesejahteraan rakyat

  6. Admin

    DD’ers : lina nurhanifah
    Sekolah : SMK Negeri 1 Purwokerto
    Kelas : XII Farmasi 2

    Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti mempunyai keinginan. Entah itu
    kaitannya dengan pribadinya sendiri, keinginan bersama orang lain, ataupun keinginan
    untuk membahagiakan orang lain. Dari gambar tersebut, seorang pria atau bahkan
    mungkin bapak, juga mempunyai keinginan, yaitu mendapatkan kursi. Kursi? Yap, kursi
    sebagai anggota dewan.

    Mungkin, menurut beliau, menjadi anggota dewan, seperti keinginannya adalah cara
    terbaik untuk bisa bahagia, baik untuk membahagiakan dirinya sendiri, istri, ataupun
    anaknya. Karena sebagai anggota dewan, masyarakat umum pun tahu, apa saja fasilitas
    yang bisa didapatkan sebagai anggota dewan. Yap, karena memang tugasnya juga berat
    kan?

    “Sekalipun cara yang ditempuh adalah melalui jalan samping, apa salahnya? Namanya
    juga usaha” Mungkin begitulah cara berpikir beberapa orang dari mereka.
    Jika saja langkah awalnya salah, maka bisa dipastikan tujuan hakiki sebagai anggota
    dewanpun jadi nomor sekian. Bahkan, orang yang mempunyai langkah benar di awalnya,
    ada kemungkinan beliau terpleset di seperempat, setengah, atau hampir di garis
    finish selama mereka masih duduk di kursi dewan, entah karena tergoda, atau karena
    keadaan yang memaksa. Yang jelas, setan datang menggoda dari arah manapun yang tidak
    disangka-sangka.

    Mereka yang mengabaikan kewajibannya dan hanya menuntut haknya untuk terpenuhi, akan
    menjadikan rakyat yang telah merelakan kehidupan bangsanya untuk diwakili oleh
    mereka tersiksa tanpa tahu bagaimana harus berbuat. Harapan yang sudah mereka
    (rakyat) gantungkan kepada perwakilannya yang sekarang hidup bahagia versi mereka
    (anggota dewan) justru membuat rakyat harus menanggung ketidakmampuan perwakilannya
    di kursi dewan untuk menahan hawa nafsunya.

  7. Admin

    DD’ers : Muhammad Dede Firman
    Sekolah : SMA Negeri 1 Citeureup
    Kelas : 10

    Menurut saya, adalah gambaran tentang bagaimana nasib kita kelak. Jika Semasa kecil
    menghabiskan banyak waktu hanya untuk bermain dan tidak belajar, maka setelah dewasa
    nanti bukan prestasi yang digunakan untuk memeluk jabatan, tapi uang. Ini peringatan
    untuk seluruh siswa-siswi generasi Indonesia masa depan. Harus giat belajar, raih
    prestasi! ^_^

    “Tetapi jikalau mereka berlaku jujur pada Allah, niscaya yang demikian itu lebih
    baik bagi mereka.” (QS. Muhammad: 21)

  8. Admin

    Dikirim pada 2014/12/29 pukul 10:10
    DD’ers : shella cahya eka
    Sekolah : SMP Negeri 12 Bekasi
    Kelas : 7

    menurut pendapat saya gambar di atas menggambarkan bahwa kebanyakan orang hanya
    mementingkan diri sendiri tanpa melihat sekelilingnya.sifat mementingkan diri
    sendiri itu tidak baik bagi orang lain dan diri sendiri.alangkah baiknya sifat
    mementingkan diri sendiri itu di hindarkan marilah kita menolong sesama manusia yang
    membutuhkan