Cara Mudah Mengingat Isi Buku

3d-thinking-mind-mapMembaca tentu kegiatan yang sering kita lakukan. Namun, tak jarang setelah membaca akan lewat  begitu saja. Bahkan, kadang kita lupa isi atau pesan yang terkandung dalam bacaan tersebut. Akan tetapi,  kita tentu dapat mengingat kembali bila setelah selesai membaca kita juga meluangkan sedikit waktu untuk mencatat atau menulis apa yang sudah selesai kita baca.

Salah satu cara yang paling efektif yang dewasa ini sering dipergunakan adalah dengan membuat mind map. Mind Map atau Peta Pikiran merupakan metode mempelajari suatu konsep. Konsep ini berdasarkan cara kerja otak manusia dalam menyimpan informasi. Metode mind map diketemukan sejak tahun 1970-an  oleh seorang tokoh bernama Tony Buzan. Berdasarkan hasil penelitian, konon otak manusia akan bekerja dengan cara menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang bercabang-cabang. Sekilas akan menyerupai akar pohon. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan bahwa, jika manusia menyimpan informasi seperti cara kerja otak,tentu belajar akan  jauh  lebih mudah.

Mind map ini dapat digunakan dalam semua bidang dan tema. Apa saja yang kita baca dapat kita rangkum kembali dalam bentuk mind map agar kita dapat mengingat dengan mudah. Oleh karena itu, catatan mind map ini biasanya akan berupa gambar yang juga menyerupai gambar akar pohon.

Dalam pelaksanaannya,  kita bisa membuat mind map secara manual atau dengan  computer. Pembuatan mind map dengan computer akan lebih mudah  karena sudah  tersedia software mind map di pasaran. “Ini bukan pesan sponsor lho!” Akan tetapi,  semestinya sudah memahami dahulu pembuatan mind map secara manual sebelum akhirnya menggunakan computer.

Setelah kita membaca buku, kita dapat menentukan beberapa langkah utama agar dapat menyusun mind map dengan baik. Pertama, sebaiknya kita menentukantema utama bacaan dan menuliskan di tengahtengah  kertas. Kedua, menentukan subtema atau tema-tema turunan berdasarkan tema utama. Ketiga, mencari hubungan antarsubtema dan menandainya dengan garis, warna atau simbol.

Dalam menyusun mind map ini, hendaknya Anda tidak mudah tergoda untuk melakukan perbaikan. Biarkan pikiran Anda yang menuntun apa yang akan Anda tuliskan. Seperti halnya ketika mengarang dalam bentuk paragraf kita sering terpancing untuk segera mengedit. Akan tetapi, dalam menyusun mind map ini biarkan dulu pikiran kalian akan mengajak menuliskan apa yang  dia mau.

Selain itu, setelah selesai menyusun mind map tetap sisakan bagian kosong yang memungkinkan Anda untuk menambahkan sesuatu. Biasanya setelah selesai orang masih dapat menambah informasi penting. Informasi penting itu mungkin diperoleh melalui  bacaan atau pengalaman serupa dengan sumber yang berbeda.

Nah, dengan demikian setelah Anda selesai membaca buku buatlah mind map. Tujuannya tentu untuk memudahkan Anda mengingat kembali apa yang sudah Anda pelajari. Akhirnya, Anda pun akan menjadi orang yang cerdas karena akan dapat mengingat semua yang pernah Anda baca dan pelajari. Salam DD-AST 080114

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.