5 Prinsip Belajar Bagi Yang Mengalami Kesulitan Belajar

paradigma-tentang-belajar
carapedia.com

Bagi kamu yang sampai saat ini masih mengalami kesulitan dalam belajar, silahkan memaknai 5 prinsip belajar berikut ini dan cobalah menerapkannya.

Pertama dan terutama perlu dipahami bahwa, study is an art, belajar adalah seni. Artinya dalam cara belajar tidak ada undang-undangnya bahwa kamu harus begini atau harus begitu. Setiap orang cara belajarnya berbeda-beda. Pokoknya nyeni banget! Ada yang bisa belajar kalau waktu sudah menunjukkan tengah malam. Ada yang kalau belajar mintanya suasana sekitar harus benar-benar sunyi- senyap. Yang lain lagi belajarnya bisa masuk kalau diiringi dengan menyetel musik metal keras-keras. Ada yang suka belajar di meja dengan duduk tenang. Ada yang sambil tiduran. Sementara yang lain lagi ada yang senang belajar sambil jongkok di WC. Dan yang ini, mungkin yang paling asyik, semangat belajarnya menggebu-gebu kalau ditemani pacar atau orang yang paling disayangi. Pokoknya macam-macam, variable. Kamu boleh saja pilih salah satu cara belajar yang sesuai dengan karakter, situasi dan kondisimu.

Kedua, kamu harus punya motivasi kuat, semangat kuat. Misalnya, ‘aku ingin jadi dokter’, maka segala macam jerih payah belajarmu harus kamu kerahkan untuk mencapai cita-cita itu. Cita-cita dapat menjadi salah satu motivasi yang kuat. Jangan tidak punya cita-cita. Apa pun keadaanmu kalau kamu bermental baja, dapatlah cita-cita itu diraih. Lebih lanjut, cita-cita akan dapat memberi kamu arah dalam belajar. Bayangkan saja kalau kamu pergi ke mall atau pasar tanpa arah dan tujuan mau beli apa. Pasti kamu akan muter-muter saja, pusing tujuh keliling. Selain itu motivasi yang kuat akan mengalahkan godaan-godaan belajar. Motivasi yang kuat pada gilirannya akan melahirkan sikap rajin dan mentalitas kerja keras.

Ketiga, belajar itu jangan hanya menghafal saja. Kamu akan menjadi seperti burung beo. Atau seperti sejenis komputer hidup yang baru bisa berjalan kalau ada perintah masuk. Kalau cara belajarmu hanya menghapal saja, kamu seperti orang yang masuk hutan lebat, kanan-kiri yang dilihat hanya pohon-pohon, tidak mengerti indahnya hutan, karena yang dilihat hanya batang-batang pohon.  Kamu tidak akan mengerti sama sekali apa yang sedang kamu pelajari. Misalnya ada kalimat yang berbunyi ‘Ibu Desy membelanjakan seluruh uang tabungannya’. Kalau kamu hanya menghafal, tahumu itu hanya: ibu, Desy, membelanjakan, seluruh, uang, tabungannya. Kalau diberi soal yang lebih mendalam: “Apakah tindakan Ibu Desy itu bijaksana?” Kamu pasti hanya bisa bingung, dan yang keluar pasti hanya kata: ibu, Desy, membelanjakan, dan seterusnya dan seterusnya.

Selain menghafal, belajar juga butuh mengerti bahan secara keseluruhan. Di sini kamu membutuhkan kemampuan untuk mengambil jarak. (abstraksi, istilah ilmiahnya). Contohnya kalau kamu memandang pacarmu dari jarak dua sentimeter, kamu paling hanya bisa melihat hidungnya yang mungkin jerawatan. Dan kamu kemungkinan akan digampar, dikira mau mencari kesempatan mencium pacarmu. Tetapi kalau kamu pandang pacarmu dari jauh, tiga meter misalnya, kamu akan memahami bahwa pacarmu begitu cantik atau begitu tampan. Benar kan? Begitu pula dalam belajar, kamu harus ‘mengambil jarak’ dan mencoba mengerti bahan secara keseluruhan sebelum menghafalkan (jika perlu) detil-detilnya.

Keempat, buatlah simbol-simbol tertentu pada buku-bukumu, di tempat-tempat yang kamu anggap ada hal-hal penting yang perlu untuk diingat. Contohnya: ada bagian buku yang menuliskan tentang sungai yang penting dalam suatu negara dalam pelajaran sejarah atau geografi. Gambar saja ular atau air mengalir di situ. Nanti kalau ujian pasti bisa muncul gambar-gambar unik yang terlukis dalam benakmu dan akhirnya kamu ingat apa yang jadi isi salah satu halaman pada buku pelajaranmu itu. Gambar bisa jadi jembatan untuk mengingat sesuatu yang lebih rumit. Manusia biasanya sangat peka terhadap simbol-simbol semacam itu. Kamu pun bisa menggunakan cara lain, misalnya: garis bawah, coretan, catatan pinggir dan lain sebagainya.

Kelima, banyak-banyaklah membaca. Jadi kutu buku tidak apa-apa. Perluaslah pengetahuanmu jangan hanya terbatas pada pelajaran yang diberikan di sekolah. Perpustakaan banyak sekali menyediakan pengetahuan. Demikian juga internet. Sering-seringlah mengunjungi perpustakaan, bukan untuk berkencan dengan pacarmu saja melainkan juga untuk berkencan dengan buku. Membuka internet, bukan hanya untuk aktif di jejaring sosial saja melainkan juga meramban situs-situs di internet untuk ‘chatting’ dengan ilmu pengetahuan.

Demikianlah tulisan sederhana ini hanya sekedar berbagi pemahaman mengenai prinsip-prinsip belajar yang mungkin bermanfaat bagi kamu yang masih mengalami kesulitan belajar. Selamat belajar dan semoga sukses.

Salam damai penuh cinta.

***

Solo, Kamis, 9 Januari 2014

Suko Waspodo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.