Etika Menjemur Pakaian

jemjuMenjemur pakaian adalah pekerjaan yang hampir setiap hari kita lakukan. Kecuali orang-orang yang super sibuk dan tinggal di kota besar. Mereka tidak lagi menjemur pakaian karena tidak sempat mencuci sendiri pakaiannya. Akan tetapi mereka memasukkan pakaian kotornya ke laundry. Tentu besok tinggal terima beres, pakaian yang tadinya diserahkan ke laundry dalam kondisi kotor ketika kembali sudah bersih, rapi, dan wangi.

Walaupun sekarang orang dengan mudah menyerahkan pakaian kotor ke laundry, tetapi kita tetap harus mengerti tata cara menjemur pakaian. Pertanyaannya, “Emang menjemur pakaian saja ada etikanya?” Jawabnya, ada. Seperti yang kita ketahui, Negara kita terkenal dan dihormati Negara lain karena budaya kita yang tinggi. Tata karma dan etika masih menjadi salah satu warisan budaya timur yang layak kita jaga dan lestarikan. Apa hubungannya dengan menjemur pakaian? Ada, karena saat kita menjemur pakaian kita tetap harus menjaga hal-hal yang sifatnya pribadi.
Jemuran pakaian yang berupa rak dari besi atau alumunium, biasanya akan terdiri dari beberapa batang jemuran. Batang pertama atau paling depan, tengah, dan belakang. Jumlah batang jemuran ini tergantung besarnya jemuran.

Bila jemuran kecil bisa hanya terdiri tiga batang, tetapi jika jemuran besar bisa lima atau tujuh batang jemuran.
Berdasarkan jumlah batang jemuran ini sebenarnya mengandung tips menjemur agar jemuran pakaian kita tidak melanggar etika. Batang pertama: pada bagian ini biasanya berada pada bagian paling luar. Di sini bisa digunakan untuk menjemur kemeja, celana panjang, atau rok. Pada batang berikutnya bisa batang ke-3 atau ke-4 bisa dipakai untuk menjemur selimut atau handuk. Nah, tentu sekarang masih ada tersisa bagian paling tengah. Apakah bagian ini harus dibiarkan tersisa dan kosong? Tentu tidak, tetapi pada bagian ini kita pergunakan untuk menjemur barang-barang yang sifatnya khusus atau pribadi. Kenapa yang pribadi harus dijemur di tengah? Takut dicuri orang ya? Tentu bukan itu alasannya, tetapi lebih berhubungan dengan sopan santun atau etika.

Kita semua memiliki benda-benda pertahanan yang sangat sensitive dan pribadi. Walau benda-benda tadi mungkin berwarna-warni nan indah, namun karena namanya pribadi tetap tidak boleh semaunya. Secara umum benda yang mempunyai fungsi sebagai pertahanan pribadi bisa mengakibatkan orang risih jika tampak sembarangan. Dalam beberapa kasus, akibat benda ini bisa mengakibatkan seseorang memiliki fantasi yang bisa membahayakan orang lain khususnya kaum perempuan yang bisa menjadi korban pelecehan.
Bahkan dalam sebuah berita di salah satu kota di Negara Rumania, apabila penduduk menjemur pakaian dalam ini sembarangan bisa terkena denda. Denda ini tidak tanggung-tanggung bisa mancapai 300 euro atau sekitar 4 juta rupiah.

Bagaimana jika kita harus menjemur pakaian pada tali jemuran yang hanya satu tali? Bila kita terpaksa harus menjemur pada tali jemuran yang hanya berupa satu tali, kita harus memperhatikan dengan seksama. Rapikan jemuran dan usahakan bagian yang tampak luar adalah bagian belakang pakaian. Biasanya pakaian ini bagian belakangnya lebih lebar, bagian yang lebar ini yang harus tampak dari depan.

Nah, mari kita pertimbangkan hal tersebut. Bagi kita yang masih mencuci sendiri pakaiannya layak menyimak tips ini. Sepertinya hal yang sepele, namun ketika hal ini kita perhatikan ternyata bisa menimbulkan kenyamanan dalam bermasyarakat dan keamanan pribadi. Ok, selamat mencuci dan menjemurnya sesuai dengan etika. Salam-AST 05022015

ilustrasi gambar : twitter.com

2 Komentar

  1. Avatar

    Iya Mbak Sundari, hal yang sepertinya sepele namun ketika kuarng kita perhatikan bisa berdampak kurang baik. Terima kasih salam kenal

  2. Avatar

    iya bu anita,, susah memang kalau hidup bertetangga di perkampungan padat penduduk, depan rumah saya jemurannya hadewh,, pakaian dalamnya sering kelihatan gitu aja dia tidak risih, yang risih kita-kita yang melihat, sampai -sampai mama saya sering ngedumel,,hehhe,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.