Dampak dan Penanggulangan Global Warming

-Kelanjutan dari artikel “Penyebab Global Warming

Pemanasan global yang terjadi menimbulkan dampak-dampak terhaap kehidupan di bumi. Diantaranya, es yang mencair di kutub-kutub bumi, kenaikan atau peningkatan permukaan air laut, ketidak-stabilan iklim atau cuaca, hilangnya spesies di bumi, serta yang tidak kalah buruk, penyakit kanker kulit dan katarak akibat sinar UV (Ultra Violet) dari pancaran radiasi Matahari yang masuk melalui lubang yang terdapat pada lapisan Ozon.

Peningkatan suhu di bumi mengakibatkan es di kutub mencair, dan es yang mencair tersebut akan mengalir ke laut-laut disekitarnya dan menyebabkan naiknya permukaan air laut. Akibatnya, akan ada pulau-pulau yang sebagian permukaannya “hilang” karena tenggelam tertutup permukaan air laut tersebut. Bukan tidak mungkin Indonesia bisa kehilangan pulau-pulau kecil yang dimilikinya.

Ketidak-stabilan iklim atau cuaca disebabkan oleh pemanasan global. Daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi, daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan.

Sebagian besar lahan di bumi ini telah dikuasai manusia, sehingga hewan-hewan sulit menghindar dari efek pemanasan global ini. Hewan-hewan yang tidak dapat beradaptasi dalam perubahan besar ini tidak dapat mempertahankan dirinya dan lama kelamaan spesiesnya akan menghilang dari muka bumi karena tidak dapat berkembang biak. Kepunahan dari spesies-spesies tersebut akan mengakibatkan berkurangnya keanekaragaman jenis makhluk hidup di bumi.

Terdapat berbagai jenis kanker. Salah satunya kanker kulit. Kanker kulit dapat disebabkan oleh pancaran sinar UV yang berlebih dari Matahari, apa lagi lubang yang terdapat di lapisan Ozon semakin membesar. Salah satu fungsi lapisan Ozon adalah menyaring sinar UV yang masuk untuk meminimalisir adanya sinar UV berlebihan yang dapat menyebabkan penyakit kanker kulit. Maka, dengan membesarnya lubang di lapisan Ozon, semakin banyak pancaran sinar UV yang tidak disaring masuk ke permukaan bumi. Sinar-sinar inilah yang dapat merusak DNA dengan memutuskan ikatan gen-gen yang terkena radiasi dan mengaktifkan zat-zat kimia dalam tubuh yang dapat menyebabkan kanker kulit. Selain itu, paparan sinar UV juga dapat menyebabkan penyakit katarak pada mata. Radiasi sinar ultra violet (UV) dari sinar Matahari akan diserap oleh lensa mata dan akan memicu terbentuknya zat kimia, atau disebut sebagai radikal bebas. Radikal bebas dalam lensa mata yang  berkepanjangan akan merusak lensa, inilah yang menyebabkan katarak.

Untuk meminimalisir dampak-dampak yang telah ditimbulkan oleh pemanasan global, pemerintah maupun penduduk telah melakukan upaya penanggulangan, seperti:

  1. Menggunakan kendaraan umum yang tersedia

Penggunaan kendaraan pribadi akan memperburuk pemanasan global, karena akan lebih banyak gas Karbon dioksida yang teremisi dan berkumpul di atmosfer bumi. Mulailah mempergunakan kendaraan umum seperti bis, kereta, dan sebagainya. Jika semakin banyak orang yang menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi, akan semakin sedikit jumlah Karbon dioksida yang diemisikan setiap harinya. Namun, pada kenyataannya, kondisi transportasi umum di Indonesia biasanya tidak memadai, sehingga orang enggan menaiki kendaraan umum. Seharusnya, pemerintah lebih memperhatikan lagi kondisi dari kendaraan-kendaraan yang digunakan agar orang-orang lebih mempunyai keinginan untuk menggunakan transportasi umum.

  1. Pergunakanlah kendaraan tidak bermotor

Selain kendaraan umum, alat transportasi alternatif lainnya juga bisa digunakan, seperti sepeda. Sepeda merupakan kendaraan tidak bermotor, sehingga tidak mengemisikan gas Karbon dioksida yang membahayakan Ozon, serta mengendarai sepeda juga akan menyehatkan tubuh pengendara. Ini akan jauh lebih baik ketimbang mengendarai kendaraan bermotor. Selain itu, pemerintah juga seharunya memperbaiki dan meningkatkan kualitas dari jalan-jalan yang ada, agar para pengendara sepeda menjadi nyaman dan mau mengendarai sepeda.

  1. 3Rs (Reduce Reuse Recycle)

Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Kita seharusnya bisa mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan setiap hari. Mengapa memakai Styrofoam jika kita mempunyai kotak makan? Mengapa menggunakan kantong plastik jika kita mempunyai tas belanja dari kain?

Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.Sampah juga sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk bisa digunakan kembali. Sampah botol sisa air mineral yang kita minum bisa digunakan kembali untuk mengisi air minum lagi, menjadi pot bunga, tempat pensil, atau lain-lain sesuai kreativitas kita.

Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Sampah-sampah organik seperti sampah dapur dapat dijadikan sebagai pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik diolah menjadi barang yang bermanfaat.

Di Bekasi, sampah dimanfaatkan untuk menggantikan batu bara di pembangkit listrik. Sampah dibakar untuk menghasilkan gas metana yang digunakan untuk membangkitkan listrik.

Kotoran hewan peternakan juga bisa dijadikan biogas, untuk mengganti bahan bakar gas di dapur. Penggunaan biogas juga dapat mengurangi gas metana yang dihasilkan oleh kotoran hewan yang terdegradasi.

  1. Reboisasi atau penghijauan kembali

Hutan-hutan yang gundul seharusnya kembali ditanami kembali dengan pepohonan hijau. Karena tidak mungkin semua orang ke hutan setiap hari untuk menanam bibit pohon di hutan, orang-orang mulai menanamnya disekitar halaman rumah mereka. Penanaman kembali hutan-hutan juga bisa mengembalikan habitat dari flora dan fauna yang berhabitat asli di hutan tersebut. Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya. Dalam seluruh masa hidupnya, satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2.

  1. Beli makanan organik

Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian konvensional. The Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik dapat mengurangi 26% CO2 yang disumbang oleh pertanian. Sampah dari makanan organik juga lebih tidak membahayakan daripada makanan anorganik karena lebih cepat terdegradasi dan tidak menghasilkan lebih banyak gas metana dibandingkan yang anorganik.

  1. Gunakan kipas angin

Menggunakan kipas angin lebih baik daripada menggunakan AC (Air Conditioner) yang memakan 1000 watt dan menghasilkan CFC. Selain itu, penggunaan kipas angin juga dapat menghemat listrik.

  1. Perlunya sosialisasi tentang dampak-dampak yang ditimbulkan pemanasan global

Kampanye biasanya ampuh untuk mensosialisasikan agar orang-orang mau mengikuti langkah-langkah yang dilakukan pemerintah. Jika orang-orang tahu tentang dampak buruk yang ditimbulkan pemanasan global, mereka biasanya mau mengurangi tindakan mereka yang dapat merusak lapisan Ozon bumi. Seperti gerakan “One Man One Tree” yang telah dilakukan oleh mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertepatan dengan Hari Penanaman Pohon Nasional, 28 November 2008. Diperkuat dengan Keppres RI Nomor 24 Tahun 2008 tentang Hari Menanam Pohon Nasional. Juga imbauan Presiden yang tertuang dalam Surat Menteri Kehutanan RI Nomor S.86/Menhut-V/2009. Dengan adanya gerakan ini, diharapkan masyarakat lebih peduli lagi terhadap keadaan lingkungan mereka dan mendukung program tersebut dengan cara menanam satu pohon di lingkungan masing-masing dengan tujuan mendorong masyarakat agar secara terus menerus membudayakan menanam pohon.

  1. Menggunakan parfum yang tidak mengandung zat CFC atau mengurangi penggunaan parfum

Parfum memiliki potensi yang paling besar dalam penyumbangan CFC. Dapat dikalkulasikan, Hampir semua remaja, anak-anak bahkan orang tua memakai parfum. Apa yang akan terjadi terhadap ozon kita?Satu molekul parfum dapat menghilangkan kira-kira 100.000 molekul ozon di atmosfer dan dapat bertahan disana 50 sampai 100 tahun. Gunakan parfum seperlunya saja, tidak berlebihan dalam pemakaiannya. Jika hal ini dilakukan oleh setiap manusia maka dapat dibayangkan penipisan lapisan ozon dapt dikurangi dengan cepat. Sebisa mungkin gunakan parfum non alcohol. Parfum non alcohol merupakan parfum yang tidak mudah menguap dan dapat bertahan dibaju beberapa hari. Parfum non alkhohol dapat dengan jelas dibedakan dengan parfum berakholol. Harga Parfum non alkhohol 1 cc saja paling murah Rp. 1000,- sedangkan parfum berakohol 100 cc hanya dihargai Rp. 10.000,- paling mahal.

  1. Coba menumpang di mobil temanmu

Mobil merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca berupa Karbon dioksida terbesar yang ada. Cobalah meminta temanmu atau rekan kerjamu untuk membuat jadwal penggunaan mobil. Misalnya, satu minggu menggunakan mobilnya ke kantor, minggu selanjutnya menggunakan mobilmu sendiri dan begitu selanjutnya. Ini cara yang lumayan baik untuk mengurangi emisi gas Karbon dioksida di udara.

  1. Kesadaran masyarakat

Untuk apa melakukan kampanye tetapi tidak ada yang mengikuti? Itu sama saja seperti sirkus yang pawangnya doang yang heboh, tetapi macannya tidak mau mengikutinya. Kampanye tidak akan ada gunanya jika masyarakatnya sendiri tidak memiliki keinginan untuk merubah sikap dan tindakan mereka juga kepedulian mereka terhadap pemanasan global yang terjadi. Sering kali masyarakat hanya mendengar, lewat kuping kanan keluar dari kuping kiri, seperti itulah kira-kira. Mau mendengar, melihat, tetapi tidak mau melakukan. Masyarakat harusnya sadar dan mau melakukan tindakan penanggulangan untuk meminimalisir dampak dari pemanasan global yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.