Preman

Preman, istilah yang cukup akrab di telinga kita. Dalam kehidupan sehari-hari kita, istilah preman ini tertuju pada orang yang sering mengedepankan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Dengan kata lain seorang preman tidak mengenal kompromi ketika dirinya atau wilayahnya terancam atau terusik. Ia akan menjadi orang yang bebas membuat keputusan dan melakukan tindakan tanpa mempedulikan orang lain. Mereka akan berlaku sekehendak hati tanpa memperhatikan aturan.
Seiring perkembangan zaman, akhirnya orang memaknai preman ini dari kata free man. Free man diartikan sebagai orang bebas atau manusia yang bebas dari segala aturan yang berlaku dalam masyarakat. Preman ini cenderung menciptakan keresahan bagi lingkungannya. Di samping itu preman selalu menentukan wilayah kekuasaanya. Ia akan menguasai wilayahnya secara penuh dan total. Tak seorang pun akan dibiarkan melanggar wilayah kekuasaanya. Seorang preman akan berani mati untuk mempertahankan wilayahnya agar tidak terusik oleh pihak lain. Ia tak akan mengizinkan pihak lain mencari keuntungan dari wilayah kekuasaanya.
Akan tetapi dalam sumber yang berbeda, ada yang mengatakan bahwa kata free man tersebut berasal dari bahasa Belanda yaitu vrij man. Istilah ini konon ditujukan pada sekelompok masyarakat yang hidup di suatu daerah yang menolak bentuk penjajahan. Kata vrij man ini memiliki makna yang sama dengan freier mann dalam bahasa Jerman. Istilah frieier mann ini juga sering disamakan maknanya dengan free man. Namun demikian, dalam terjemahan bebas lainnya ada yang mengatakan bahwa freier mann ini justru bermakna warga kehormatan.
Nah, dengan berbagai definisi di atas semakin jelas di manakah kita akan memposisikan diri seorang warga negara. Kita bisa memilih dan menentukan diri masuk kategori preman manusia yang bebas tanpa aturan atau preman yang dikategorikan warga kehormatan, atau memilih menjadi warga terhormat tanpa embel-embel preman? Semua adalah pilihan Anda! Salam-AST 03172015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.