Leafie, Ayam Berhati Mulia

fullsizephoto164381Leafie : A Hen into the Wild adalah film animasi asal Korea. Film ini menceritakan tentang kisah hidup seekor ayam bertelur yang ingin sekali keluar dari kandangnya di peternakan, ke alam liar. Leafie merupakan ayam yang sangat bersemangat dan cerdas. Di awal cerita, ia tidak makan beberapa hari agar ia bisa dikira mati dan akhirnya dibuang oleh si peternak. Akhirnya, hari yang ia tunggu pun datang. Ia pingsan dan peternak itu membuangnya ke luar peternakan. Namun, tak disangka, di luar peternakan itu sangat tidak aman. Ia langsung diserang oleh seekor musang bermata satu. Untungnya ia diselamatkan oleh seekor bebek liar jantan, ia pun jatuh hati pada bebek jantan itu.

Namun ternyata, pada kenyataannya bebek liar jantan itu yang ia namai Wanderer, telah memiliki pasangan hidup, seekor angsa putih yang cantik. Suatu hari, angsa itu diserang dan mati dimakan oleh musang. Bebek liar itu pun sangat depresi dan setiap malamnya menunggu musang di atas gunung untuk membunuhnya. Suatu malam, Leafie pergi ke tempat tinggal Wanderer dan menemukan sebutir telur. Dia mengerami telur itu siang-malam. Akhirnya, suatu saat si musang berhasil mematikan bebek liar itu dan membawanya pergi. Sebelum mati, ia sempat menyuruh Leafie untuk membawa anaknya ke alam liar saat telurnya menetas.

Setelah menetas, ia membawa anaknya ke alam liar dan tinggal disana. Lama kelamaan, anak bebek itu pun menyadari bahwa ibunya berbeda darinya. Anaknya pun pergi untuk belajar terbang dari hewan-hewan liar, tetapi ia gagal. Suatu hari, tanpa sadar ia pergi ke pekarangan dan tertangkap oleh peternak. Leafie dengan segera menyelamatkan anaknya itu walaupun ia tahu, bahwa itu akan membahayakan dirinya. Akhirnya si anak bisa terbang setelah terdesak hampir jatuh ke jurang karena diserang seekor hewan.

Anak itu pun kembali kepada Leafie dan ibunya itu memaafkannya. Suatu saat pada musim dingin, ia mengikuti sebuah kontes untuk menjadi bebek penjaga yang diadakan oleh para bebek liar yang sedang bersiap-siap bermigrasi. Ia memenangkan kontes itu dan pergi setelah membuat janji ia akan pulang pada ibunya. Leafie pergi ke hutan yang dingin sendiri dan menemukan bayi-bayi musang yang ternyata adalah anak dari si musang bermata satu. Sebelum pergi, anak Leafie mencari ibunya untuk pamit, tetapi ia mendapati ada seekor bebek dari kawanannya yang diserang oleh musang bermata satu lalu ia menyelamatkannya. Setelah itu, Leafie yang sedang berada di dekat sana (di dalam goa tempat tinggal musang dan anak-anaknya) pun keluar dan melihat anaknya sedang berkelahi dengan si musang. Setelah beberapa waktu saling mengancam, akhirnya Leafie dan anaknya berhasil pergi dari tempat musang itu.

Setelah kepergian anaknya, musang itu pun datang dan Leafie menyerahkan nyawanya agar si musang dapat menyusui anaknya yang kelaparan di goa. Leafie pun mati dan ceritanya berakhir.

Film ini sangat baik untuk ditonton, karena mengajarkan kita untuk saling mengasihi sesama walaupun orang lain itu menyakiti atau berbuat buruk terhadap kita. Seperti halnya Leafie yang mengorbankan dirinya untuk si musang mata satu agar dapat menyusui bayi-bayi musangnya, walaupun telah berkali-kali disakiti, mulai dari matinya bebek liar yang ia cintai, dan anaknya hampir terluka akibat si musang bermata satu itu. Selain itu, Leafie si ayam juga tetap menyayangi anaknya walaupun anaknya telah mencaci maki dirinya, sama seperti orang tua kita yang tetap menyayangi kita walaupun kita sudah sering mengececwakan mereka. Si anak juga mengajarkan kita untuk menghargai kesempatan yang telah diberikan. Ia sangat menghargai kesempatan kedua yang telah diberikan ibunya dan berusaha membanggakan ibunya. Pokoknya sangat banyak hal yang kita bisa pelajari dari film ini, filmnya sangat menarik, lho!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.