Penyebab Kemiskinan di Jakarta

Kemiskinan bukanlah suatu kata yang asing di telinga kita. Pasti kita pernah mendengar dan menyaksikan secara langsung apa itu kemiskinan, apalagi di Jakarta. Angka kemiskinan di Jakarta memang belum setinggi angka kemiskinan di provinsi-provinsi termiskin Indonesia seperti Papua, Maluku, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Walaupun begitu, kita tidak dapat menyangkal bahwa kemiskinan juga ada di Jakarta, dan angkanya juga mengkhawatirkan.

 



 

 

Sebenarnya, apakah hal yang membuat tingkat kemiskinan di Jakarta menjadi tinggi? Beberapa sumber menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah kurangnya lapangan kerja, tingkat pendidikan masyarakat yang rendah, dan padatnya penduduk. Apakah ini terjadi di Jakarta?

Tentu saja. Lapangan kerja di Jakarta bisa terbilang kurang. Jumlah lapangan kerja yang tersedia di Jakarta tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Alhasil, banyak orang yang menjadi pengangguran, tidak mendapat penghasilan karena tidak bekerja, dan akhirnya menaikkan tingkat kemiskinan di Jakarta.

Tingkat pendidikan di Jakarta masih rendah. Walaupun pemerintah sudah mengadakan program sekolah gratis dan wajib belajar 12 tahun, pasti ada sebagian masyarakat Jakarta yang tingkat pendidikannya masih saja rendah. Untuk menemukan pekerjaan yang berpenghasilan tinggi, tentu kita memerlukan tingkat pendidikan yang tinggi juga. Kita memerlukan keterampilan tertentu untuk mendapatkan penghasilan tinggi. Karena rendahnya tingkat pendidikan, kemiskinan pun terjadi.

Tingkat kelahiran di Jakarta memang sudah bisa ditekan oleh pemerintah melalui program Keluarga Berencana, tapi arus urbanisasi ke Jakarta masih saja tinggi. Hasilnya pun sama saja walaupun tingkat kelahiran di Jakarta sudah ditekan; Jakarta menjadi semakin padat. Kembali pada faktor pertama, bertambahnya penduduk menyebabkan ketersediaan lapangan kerja berkurang dan muncullah kemiskinan sebagai akibatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.